Rubrik

Yamin bukan Yaman

Ada cerita unik lagi di balik nama Munzalan. Cerita berawal saat rombongan Munzalan mengunjungi Kota Palu.

Saat itu seluruh pimpinan PMMAY diajak Gurunda Ustadz Luqmanulhakim ke Kota Palu. Tujuannya adalah mengunjungi beberapa masjid yang dibangun oleh Pak Udin, Ketua PASKAS Kota Palu. Masjid-masjid itu dibangun di daerah-daerah yang terkena bencana gempa dan diberi nama dengan nama yang sama persis dengan Masjid Kapal Munzalan Pontianak.

Di Masjid Kapal Munzalanterakhir, kami melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Setelah sholat Maghrib, pengurus Masjid mendaulat Gurunda Gurunda Ustadz Luqmanulhakim untuk memberikan tausiah.

Setelah melaksanakan sholat ba’diyah Maghrib, Imam Masjid yang juga Ketua Tidakmir Masjid Kapal Munzalan Palu langsung mengambil mic, lalu memberikan pengumuman. Isi pengumumannya adalah mengajak jamaah sholat maghrib agar tidak langsung pulang, karena akan ada silaturahmi dari Pengurus Masjid Kapal Munzalan Pontianak dan Pengasuh Pondok Modern Ashabul Yamin.

 “Bismillahirrahmannirrahii. Assalammualaikum wr.wb. Para Jamaah sholat Maghrib Masjid Kapal Munzalan Rahimakumullah. Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu istimewa, yaitu Ustadz Luqmanulhakim dan rombongan dari Pontianak. Beliau ini adalah pengurus Masjid….sekaligus Pimpinan Pondok Modern…. eeee…”

Bapak Takmir berhenti sejenak. Ia tidak langsung menyebutkan nama masjid dan nama pondok kami. Mungkin takut salah. Lalu ia bertanya dengan Ustadz Luqmanulhakim yang berada tidak jauh di sampingnya. Sayup-sayup terdengar ucapan beliau, :

Masjid apa, ustadz?

Ustadz Luqmanulhakim langsung menjawab, “Masjid Kapal Munzalan.

Pondoknya?” bisiknya lagi pada ustadz Luqman

Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin,” jawab ustadz Luqman.

Bapak takmir itu tampak menggerak-gerakan bibirnya. Mungkin beliau mengulang kembali nama masjid dan nama pondok yang baru saja dibisikan oleh Ustadz Luqman.

Tidak lama ia kembali meneruskan pidatonya…

Beliau ini adalah pengurus Masjid Kapal Munzalan serta Pengasuh Pondok Modern Munzalan Ashabul Yaman!. Untuk menghemat waktu, kepada beliau, kami persilahkan,”hatur Bapak Paruh baya itu.

Beberapa orang tidak kuasa menahan tawa. Ashabul Yaman, sudah seperti  kerajaan timur tengah saja.

Nama masjid dan Pondok kami memang agak panjang dan jarang digunakan untuk nama masjid atau nama pondok pesantren. Makanya banyak orang yang sering salah mengucapkan saat menyebut nama masjid dan nama pondok kami.

Walaupun demikian, kami semua memakluminya. Apalah arti sebuah nama….kalau ia tidak bisa memancing tawa. Hahaaa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button