Sekitar 30 anggota Pasukan Amal Sholeh (PASKAS) Kabupaten Sintang kemarin malam terjebak banjir (senin 19/7). Puluhan anggota PASKAS itu tak bisa melanjutkan perjalanan dan terjebak di tengah hutan, usai mengantarkan bantuan berupa beras dan sembako bagi Korban banjir di Nanga Payak, Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang.

Berdasarkan keterangan Bang Ijul, Manajer Cabang BMI Kabupaten Sintang, rombongan Paskas bertolak dari Kota Sintang Ahad pagi (19/7). Dan baru berhasil masuk ke lokasi banjir setelah menempuh perjalanan darat selama 4 jam.

Rombongan Paskas berangkat menuju Kampung Naga Payak dengan menggunakan 2 unit kendaraan roda 4 dan satu unit truck yang memuat bantuan sembako. Setelah mendistribusikan bantuan kepada korban banjir, rombongan kemudian kembali ke Kota Sintang.

Rombongan bertolak dari Kampung Nanga Payak pada sore hari ba’da shalat Ashar. Namun naas, di tengah perjalanan kembali ke Kota Sintang, jalan yang akan dilewati rombongan rusak parah akibat tergenang banjir. Akibatnya dua unit kendaraan tak bisa melanjutkan perjalanan. Walhasil puluhan anggota Paskas itu terjebak di tengah hamparan hutan dan perkebunan sawit yang sepi dan gelap gulita serta tak berpenduduk.

Selama lebih dari 6 jam rombongan anggota Paskas itu terjebak di kawasan itu dalam kondisi ketiadaan bahan makanan, dan rasa was-was dengan banjir susulan yang bisa saja datang tiba-tiba.

“Teman-teman tak bisa meminta bantuan, karena di lokasi itu tak ada sinyal handphone sama sekali”, cerita Bang Ijul, Kepala Cabang Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) Kabupaten Sintang, kepada saya hari Senin pagi kemarin.

Bang Ijul meneruskan cerita bahwa setelah lebih dari 6 jam terjebak di tengah hutan yang gelap gulita itu, akhirnya rombongan dapat dievakuasi dengan menggunakan perahu dari nelayan yang kebetulan melintasi sungai yang berdekatan dengan lokasi mereka.

Bang Ijul kemudian melanjutkan kisahnya. Ia menjelaskan bahwa secara kebetulan ada masyarakat yang melintasi sungai yang tak jauh dari lokasi teman-teman Paskas. Mereka kemudian diangkut menggunakan perahu ke perkampungan terdekat.

“Alhamdulillah seluruh teman-teman Paskas akhirnya berhasil dievakuasi seluruhnya pada jam 4 subuh”, papar Bang Ijul.

Para Anggota Paskas di seluruh Indonesia saat ini memang sedang sibuk mengadvokasi korban bencana alam. Dalam proses menjalankan panggilan kemanusiaan itu, tak jarang mereka harus berhadapan dengan kondisi alam yang tak bersahabat.

Namun, berbagai tantangan dan hambatan itu tak pernah mengurangi semangat teman-teman Paskas untuk meringankan beban kepada sesama. Mereka bergerak dengan spirit Lillah.

“Lelahku Lillah” itu kata-kata yang sering diucapkan oleh Gurunda Ustadz Luqmanulhakim, founder Pasukan Amal Sholeh dan Gerakan Infak Beras, yang selalu dipegang erat seluruh anggota Paskas di Indonesia.

Mari kita doakan semoga Allah SWT mencatat perjuangan para sahabat Paskas di seluruh Indonesia ini sebagai amal ibadah yang pahalanya mengalir untuk kedua orang tua. Amiin ya Rabbal Alamiin.

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News