Rubrik

Narasi Kebaikan Narasi Peradaban (pt 3)

Jadi pencapaian luar biasa saat ini, paskas GIB seluruh Indonesia
BaitulMall yang juga hadir di beberapa kota

Pondok pesantren luar biasa di, masjid masjid yang berdiri makmurnya, hingga kini tengah membangun LPBM (Lembaga Pendidikan Berbasis Masjid)

Yang mimpinya akan di gratiskan untuk semua
Allahuakbar

Begitupula dengan kang Rendy
Berkah Box narasinya

Membagikan tanpa henti tanpa bosan tentang hal ini, bagaimana keutamaan berbagi makanan antar sesama

Dari puluhan box hingga kini ratusan box setiap harinya

Yang bahkan ikut mau di duplikasi banyak kota

Bahwa beliau percaya dengan gerakan ini mampu pelan pelan mengatasi salah satu persoalan kelaparan di Indonesia

Ketimbang menghujat kebijakan kebijakan yang ada

Allahuakbar

Dan terkahir bung Ben dengan narasi nya Menciptakan banyak tansmiter

Secara harfiah artinya pemancar, lebih keren daripada istilah buzzer

Jadi beliau tengah mengkampanyekan banyaknya trasmiter atau buzzer kebaikan

Memberitakan yang baik, kisah baik dan orang orang baik

Itu kenapa tagline munzalan news kami adalah
” Berita Baik Kabar Baik “

Wah panjang sekali ternyata
Padahal ini hanya hasil 5 menit ngobrol dan menyapa sejenak para gurunda tadi malam (Ust Luqmanulhakim, bung Ben dan Kang Rendy) kebayang kalau 1 jam berdiskusi hihihi

So what the conclusion ??

Sudah cukup rasa rasanya narasi keburukan dari tv, dan media kebanyakan

Mari kita isi hari hari kita dengan narasi kebaikan

Tuliskan kebaikan, baca kebaikan dan dengarkan kebaikan

Berprasangka yang baik, berpikir yang baik, berbuat yang baik agar Allah Sang Maha Baik memberikan yang terbaik

Dan jangan bosan jadi orang baik !!

Kalimat jangan bosan jadi orang baik bukan karena kita sudah baik, tapi karena kita masih proses menuju baik, bahkan sadar bahwa diri ini juga belum baik

Berat rasanya kalau sendiri, mari kita sama sama

Dakwah itu bukan ingin mengatakan kami lebih baik, hanya ingin menyampaikan bahwa ini loh yang baik

So mau menarasikan kebaikan ? Atau keburukan ? Itu pilihan kita bagaimana kita mau ikut berperan menarasikan untuk peradaban

Barakallah

Tulisan dari
Habibah Juniarti Iskandar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button