Barangkali ada yang belum tahu dengan nanas asal desa Galang ini. Buahnya besar-besar warnanya kuning terang, dan rassssanya manis bukan kepalang.

Terlebih jika buah nanas itu dinikmati dengan cocolan garam yang diberi tumbukan cabe rawit dan sedikit terasi. Masyaallah….sulit dilukiskan kenikmatannya.

Hari Ahad minggu yang lalu, saya kembali berkesempatan menikmati gurihnya rasa nanas galang ini. Kali ini yang mengajak Gurunda Ustaz Luqmanulhakim.

Kami mampir ke desa Galang, desa penghasil nanas gurih itu, saat sedang dalam perjalanan pulang dari Kebun Om Sirwan di Tohok menuju Kota Pontianak.

Yang turut serta memangsa nanas hasil budi daya para petani di kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah itu tak hanya saya, tapi termasuk pula belasan sahabat penggiat amal sholeh Masjid Kapal Munzalan.

Nanas galang yang sangat manis itu, tak hanya dimangsa di tempat saja, tapi juga dibawa pulang. Oleh Ustaz Luqmanulhakim dua lapak penjaja Nanas Galang yang berada di tepi jalan, diborong habis.

Walhasil bak mobil triton Masjid Kapal Munzalan dijubeli oleh makhluk manis bersisik itu. Jumlahnya tak kurang dari 600an biji.

Nanas Galang yang manis bukan kepalang itu kemudian dibawa pulang lalu dibagi-bagikan kepada jamaah shalat subuh di Masjid Kapal Munzalan serta diberikan pula kepada orang-orang yang melewati Masjid.

Ustaz Luqmanulhakim memutuskan untuk memborong nanas di dua lapak milik petani itu setelah mendengar cerita dari pemilik lapak yang penjualannya menurun selama isu wabah korona merebak dalam 5 bulan terakhir. Masyaallah. Semoga berkah

Bagi para sahabat yang kebetulan melintasi jalan menuju ke Tohok/ menjalin, silahkan mampir di tepi jalan Desa Galang, untuk menikmati nanas galang. Jangan lupa minta kepada penjajanya untuk mengupaskan beberapa buah nanas yang masak serta menyediakan garam dan beberapa unit cabe rawit merah.

Tulisan dari
Beni Sulastiyo

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News