Rubrik

Kenclengan Raksasa (pt.2)

Usai berkeliling, muncullah pertanyaan itu. Tentnag dsri mana Masjid Kapal Munzalan membiayai itu semua. Saya berupaya menjawab pertanyaan itu sambil berseloroh,

“Yang jelas bukan dari kenclengan jumat, Mas,” Jawab saya sembari tersenyum.

“Trus darimana?” Tanyanya lagi.

“Dari kenclengan raksasa!” Jawab saya.

“Kenclengan raksasa?” Tanya Pak Herindra.

“Iya, Mas!” Jawab saya singkat.

Pak Herindra memandang saya dengan tatapan penasaran. Tak lama saya mengajak beliau untuk melihat kenclengan raksasa itu.

“Ayo kita lihat kenclengan raksasanya, Mas!” Ajak saya.

Sayapun membawa Pak Herindra ke serambi Masjid Kapal Munzalan. Dari serambi Masjid Kapal itu, saya menunjukkan bangunan rumah yang dijadikan markas utama BMI. Bangunan itu terletak berhadapan dengan bangunan Masjid Kapal Munzalan.

“Nah, itu kenclengan raksasa yang saya maksud, Mas” jelas saya sambil menunjuk bangunan itu.

“Kami menamai kenclengan raksasa itu dengan nama BMI. Singkatan dari Baitulmaal Munzalan Indinesia” tambah saya lagi.

Pak Herindra melihat bangunan setinggi dua lantai itu. Tak lama, saya mengajak beliau untuk masuk ke dalamnya.

“Mari kita masuk ke dalamnya, Mas”, ajak saya.

Saya dan Pak Herindra lalu memasuki bangunan yang kami gunakan sebagai kenclengan raksasa itu. Kami tak hanya berdua saja. Tok Ya, founder Masjid Kapal Munzalan, dan ajudan Pak Herindra, turut serta bersama kami

Sambil berjalan menuju kenclengan raksasa itu, saya menjelaskan ukuran kenclengan raksasa itu kepada Pak Herindra.

“Ukuran kenclengan masjid yang dikelilingkan pada saat shalat jumat itu biasanya hanya berukuran 20 x 30 x 20 cm, Mas. Sementara bangunan yang ditempati oleh BMI ini ukurannya 2000 cm x 1000 cm x tinggi 800 cm. Ukurannya kira-kira 1000 kali lebih besar dibandingkan dengan ukuran kenclengan masjid biasa. Karena jauh lebih besar, maka kami menyebutnya dengan kenclengan raksasa”, jelas saya sambil mesem-mesem.

Tak lama, kamipun sampai di ruangan front office BMI. Di ruangan front office itu saya bercerita kepada Pak Herindra bahwa di dalam kenclengan raksasa yang bernama BMI ini terdapat kenclengan-kenclengan raksasa lainnya, namun tak nampak. Karena berbentuk virtual. Yaitu berupa rekening bank. Kenclengan virtual itu bisa menampung zakat dan infaq dalam jumlah yang tak terbatas.

“Nah, kenclengan virtual itu berfungsi selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu, Mas”, jelas saya.

Pak Herindra mengangguk-angguk. Jendral bintang tiga yang dikenal jenius ini tampak melihat-lihat ruangan BMI dengan seksama. Sembari itu, saya menjelaskan lagi bahwa kenclengan raksasa yang bernama BMI ini, saat ini bisa menampung dana sekitar 5-6 milyar per bulan.

Ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button