Rubrik

Ini motor Waqaf !!!!!!

Beberapa waktu yang lalu, Gurunda Ustadz Luqmanulhakim meminta Santri Penerima Amanah, atau pengurus Pondok untuk mengumpulkan seluruh kendaraan hasil waqaf yang diamanahkah kepada Pondok.

Mulai dari mobil sampai motor, kendaraan roda empat dijejerkan di dua lokasi, di garasi gedung LPBM dan di halaman parkir yang terletak tak jauh dari Masjid Kapal Munzalan Serdam.

Kendaraan roda dua juga dikumpulkan di dua tempat yang berbeda, ada yang dijejer di depan Masjid, ada yang dijejer di garasi belakang Masjid.

Satu persatu kendaraan itu diperiksa kondisinya oleh Gurunda Ustadz Luqmanulhakim, lalu siapa yang memegangnya juga ditanya, termasuk tentang sampai dimana proses balik nama, juga tentang pembayaran pajak kendaraan, semuanya ditanya satu persatu kepada penanggung jawab pengelolaaan aset waqaf.

Beberapa tahun belakangan ini memang semakin banyak masyarakat yang mewaqafkan kendaraannya ke Munzalan. Berdasarkan data dari Manajer Pengelolaan Aset Waqaf PMMAY, Bang Sona, saat ini jumlah kendaraan waqaf yang dikelola oleh Pondok ada 19 unit, 10 unit berupa kendaraan roda empat dan 9 unit berupa kendaraan roda dua.

Dikarenakan aset berupa kendaraan itu bergerak, maka resiko kerusakannya memang akan semakin tinggi, berbeda halnya dengan aset waqaf berwujud aset tak bergerak seperti tanah atau gedung, resikonya kerusakannya tak terlalu tinggi, sehingga pengawasannya akan lebih mudah. Alasan inilah yang mungkin menjadi latar belakang dilakukannya inspeksi oleh Gurunda Ustadz luqmanulhakim selaku Pimpinan/Pengasuh Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin, secara berkala, bahkan kadang secara mendadak beliau sering memerintahkan seluruh pengurus untuk mengumpulkan aset waqaf berupa kendaraan itu untuk diperiksa.

Saat melihat jejeran motor waqaf, ada sesuatu yang menarik perhatian, yaitu tempelan sticker di setiap body motor waqaf itu. Sticker itu dibuat dengan mesin cutting berbahan scootlet berwana hitam dan bertuliskan “ini motor waqaf”, yang ukurannya lumayan besar, sehingga masih dapat dibaca dengan jelas dari jarak 4-5 meter.

Mungkin ada yang penasaran dengan maksud dan tujuan dibalik penempelan sticker itu. Soalnya belum pernah melihat tulisan seperti itu sebelumnya.

Karena penasaran akhirnya bertanya ke Ustadz Luqman, dan ini jawaban menarik beliau kenapa adanya sticker pada motor wakaf tersebut.

Tujuannya agar yang menggunakan motor itu sadar bahwa motor yang sedang ia kendarai itu milik ummat. Bukan miliknya sendiri, dengan demikian kendaraan itu tidak digunakan sembarangan. Tugas semua menjaga agar harta ummat yang diwaqafkan kepada pondok  benar-benar digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas Pondok dan aktivitas dakwah. Jangan sampai kendaraan yang sudah dipercayakan ummat kepada pondok, tidak digunakan untuk amal ibadah. Apalagi kalau sampai digunakan untuk kemaksiatan. Audzubillahimindzalik.

Tujuan ummat mewaqafkan hartanya kepada pondok untuk mendapatkan aliran kebaikan, dan yang harus kita jaga dengan sungguh-sungguh.

Betul kata Guru kita ini, kita memang harus bisa mengantisipasi agar jangan sampai harta waqaf yang dipercayakan menjadi rusak atau bahkan digunakan untuk hal-hal yang tak bermanfaat.

Siapa yang bisa menjamin bahwa motor yang sedang digunakan oleh sahabat-sahabat di Pondok tidak digunakan untuk hal-hal yang tak ada hubungannya dengan aktivitas dakwah. Kan gawat kalau sampai motor itu digunakan untuk pergi ke tempat maksiat.

Mungkin santri para penerima amanah yang menggunakan motor itu tak akan melakukannya, karena tak akan berani melakukannya. Berat hukumannya. Kalau ketahuan. Bisa-bisa diusir dari Pondok.

Tapi siapa tahu ada temannya yang meminjam kendaraan itu, lalu menggunakan kendaraan hasil waqaf itu untuk pergi ke tempat karaoke misalnya. Kan bisa ikut-ikutan dapat dosa yang nyumbangin motor itu. Kalau yang nyumbangin bisa ikutan berdosa, bagimana pengurusnya?

Tapi dengan tulisan “INI MOTOR WAQAF” Itu, pengurus pondok dan pemberi waqaf bisa lebih save. Minimal pengguna motor waqaf itu akan berpikir dua kali untuk meminjamkannya ke sembarang orang. Apalagi meminjamkan motor itu ke orang-orang yang punya tabiat suka berbuat maksiat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button