Rubrik

Gaya Berkeluarga Pasangan Romantis

Kalau Abang dan Kakak mengikuti kajian OTA (Orang Tua Asuh) secara virtual (31/12/21) di kanal YouTube Baitulmaal Munzalan Indonesia, pasti tau dong narasumbernya adalah pasangan romantis kita di Masjid Kapal Munzalan, yaitu Ustadz Adia Nugraha dan istri tercintanya Ustadzah Fitriyani Iskandar, atau yang lebih akrab disapa Teh Pipit.

Di sesi kajian OTA kali ini, BMI mengangkat tema yang menarik tentang rumah tangga. Kita tau sendiri bahwa menikah bukanlah hal mudah, bukan pula hal yang mustahil bagi kita untuk terus belajar akan pilihan terbaik yang dilakukan dalam rumah tangga. Belajar tentang bagaimana bisa pernikahan itu menyatukan dua insan dengan karakter yang berbeda, sehingga perbedaan itu membawa pada keindahan di setiap harinya.

Siapa yang masih berpikir kalau urusan rumah tangga itu hanyalah urusan istri, sedangkan suami lepas tanggung jawab karena seharian sudah bekerja, sesederhana menyuci piring? Di kajian ini, ustadz Adia dan Teh Pipit menolak hal tersebut. Tentu saja, sebagai seorang muslim dan sebagai seorang yang mengaku mengikuti ajaran Rasulullah, keduanya mengingatkan bahwa rumah tangga adalah urusan berdua. Di sinilah pilihan mereka muncul, yaitu berkomunikasi dan bekerja sama. Ketika salah satu dari mereka sedang bekerja atau memiliki kegiatan, maka seorang lainnyalah yang turut membantu mengurusi rumah maupun anak.

Teh Pipit saat menjelaskan peranan suami dan istri dalam mengurus rumah tangga

Abang kakak pernah nggak membatin, bagaimana ya seorang ustadz meluangkan waktu untuk keluarganya? Nah, ustadz Adia dan Teh Pipit punya cara uniknya nih yang bisa kita contoh, yaitu dengan mengajak anak mereka ikut serta dalam kegiatan dakwah yang ada. Kepandaian untuk mencari waktu untuk quality time adalah hal penting bagi mereka. Jadi, nggak ada alasan bahwa pasangan terlalu sibuk dan tidak hadir untuk satu sama lain, apalagi untuk anak. Selain refreshing dan merekatkan hubungan, Ustadz Adia dan Teh Pipit menanamkan nilai Islam pada anak mereka. Jalan dakwah yang diambil tidak menghalangi apalagi memberatkan ustadz Adia dan Teh Pipit dalam berumah tangga. Pilihan yang bijak, bukan?

Ustadz Adia saat menjelaskan konsep berpikir dalam berumah tangga

Berbicara tentang anak dan jadwal kegiatan yang padat, masih banyak yang berpikir bahwa memiliki anak bisa menghalangi karir yang dibangun. Tau nggak sih, kalau kita selalu berpikir begitu, justru membuat kita tidak bisa melihat anak sebagai sebuah kebaikan yang Allah beri?

Memutuskan untuk belum memiliki anak memanglah pilihan. Tetapi jika secara literal menganggap anak adalah penghalang, ini jelas kekeliruan.

Bukankah sempit sekali cara pandang kita jika seperti itu? Padahal anak adalah anugerah terbesar ketika kita mendapatkannya. Mereka akan membawa kebahagiaan dan menjadi wasilah keberkahan di dalam rumah, tinggal bagaimana sebagai orang tua untuk mendidik mereka.

“Anak bukanlah obstacle (hambatan), tetapi tantangan (challenge). Anak membuat kita semakin rapi dalam mengatur jadwal, menentukan sikap, dan mengatur waktu untuk bisa bagi tugas,” jelas ustadz Adia.

Ustadz Adia dan Teh Pipit saat sesi games tentang dakwah, pasangan dan anak

Jadi ketika adanya kerja sama dan komunikasi transparan, serta menjalani kehidupan yang naik turun ini dengan pilihan yang bijak sesuai tuntunan agama, insya Allah akan selalu ada rasa tentram dalam rumah kita. Ketika pilihan dalam usaha yang kita ambil ternyata kurang efektif, di sinilah kita memiliki pilihan untuk terus belajar dan saling memahami. Keduanya sangat diperlukan.

Abang kakak, pernikahan adalah sebuah ikatan yang merawat cinta. Dengan merawatnya, cinta akan terus terbangun. Bukankah pernikahan akan indah jika tidak berat sebelah? Selalu ada kata ‘saling’ dan ‘konsistensi’ di dalamnya. Maka, yuk terus belajar demi jadi pasangan romantis dan keluarga yang harmonis.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button