8.  Tradisi ilmiah yang hidup

Para pengelola lembaga pendidikan dan unit usaha di PM Darussalam semuanya adalah santri. Dengan turut serta mengelola lembaga pendidikan dan berbagai unit usaha itu, maka mereka terlibat dalam proses belajar mengajar dan praktek keilmuan praktis. Dengan demikian, Pondok ini memiliki tradisi ilmu yang selalu hidup semua orang berupaya menimba  dan mengembangkan ilmu barunya.

Santri yang mengabdi di PM Darussalam banyak yang telah memiliki pengalaman dalam cakupan internasional. Pada saat masih menjadi santri, mereka biasa dikirim ke luar negeri untuk mengikuti berbagai kegiatan. Para santri yang mengabdi sebagai tenaga pengajar juga sering dikirim ke luar negeri untuk memperdalam ilmu belajar di lembaga-lembaga pendidikan formal, mengisi diskusi, menjadi bagian dari kegiatan pertukaran pelajar, dsb.

Ketika pulang ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan wajib untuk disampaikan kepada orang lain.  Rumah-rumah ustadz dan dosen terbuka 24 jam untuk dikunjungi oleh santri yang ingin berdiskusi, atau berkonsultasi. Para ustadz dan dosen ini akan dengan senang hati melayani para santri tersebut dirumahnya. Dengan demikian setiap saat proses diskusi dan pertukaran ilmu pengetahuan berlangsung tiada henti di  lingkungan PM Darussalam.

9. Keseimbangan Rasionalitas dan Spiritualitas

Merasakan denyut nadi kehidupan di Pondok Modern Darussalam ini bagaikan meyaksikan peradaban Islam melalui buku-buku sejarah gemilang Islam pada masa kekhalifaan. Mungkin anda akan sulit percaya, dimana santri yang secara penampilan sangat sederhana, namun secara tidak terduga ternyata santri tersebut adalah seorang yang ahli dalam sebuah bidang yang spesifik.

Kemampuan praksis mereka ditopang pula dengan penguasaan basis teoritik yang mapan. Sehingga tidak usah heran jika ada seorang santri yang dapat menjelaskan sejarah dan teknik pengembangan sebuah software pengolah musik dengan sangat detail dari awal hingga akhir, sembari menjelaskan pula tafsir-tafsir ayat-ayat Al Quran.

10. Sistem Kaderisasi yang Hebat

Faktor lain yang menakjubkan di Pondok ini adalah sistem kaderisasi. Para santri telah dikondisikan sejak awal agar mampu mengatur dan memimpin dirinya, dandilanjutkan dengan memimpin teman-temannya. Dengan demikian mereka dapat mengasah kemampuan dalam memimpin itu sejak awal.

Selain itu proses kaderisasi juga diatur sedemikian rupa dengan membuat berbagai istilah dalam strata kultural. Ada isitilah santri, ustadz, dan kader. Kader adalah para santri yang pernah menjadi ustadz lalu telah mewakafkan diri untuk tetap berada di lingkungan pondok dan menyumbangkan segala pengetahuan dan keahliannya demi pengembangan pondok.

Dengan sistem ini, Ponpes Darussalam tidak perlu khawatir akan kekurangan pemimpin di masa yang akan datang.

Nah, demikian resume pembelajaran yang rombongan dapat saat mengunjungi PM Darussalam Gontor. Pada saat pulang, hasil pembelajaran itu membulatkan tekad rombongan untuk membuat Pondok Pesantren seperti Gontor di Pontianak. Dan 4 hari setelah kepulangan rombongan dari Pondok Modern Darussalam Gontor, atau tepatnya pada tanggal 15 Juli 2014, rombonganpun mendeklarasikan berdirinya Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamiin. Allahuakbar!

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News