Rubrik

Fenomena ala Gontor : Totalitas

2. Totalitas para Pengajar

Saat mengelilingi komplek kampus Universitas Darussalam, Gurunda Ustadz Luqmanulhakim membawa kami bersilaturahmi dengan Dr. Dihyatun Masqon. Beliau adalah ustadz Gurunda Ustadz Luqmanulhakim pada saat menimba ilmu di Insitut Islam Darusslam (INSID). 

Ustadz Dihyah, begitu panggilan akrab beliau, Ia adalah seorang doktor sastra Arab yang menguasai beberapa bahasa, Beliau juga memiliki pengetahuan seluas samudra. Pada saat kami bertandang di kediaman beliau, Ustadz Dihya baru saja usai memberikan nasehat kepada seorang santri yang akan melanjutkan studi di Jerman.

Pada awalnya Gurunda Ustadz Luqmanulhakim hanya ingin bersalaman dan mengenalkan kami kepada Ustadz favoritnya itu. Namun pada akhirnya, kami terlibat diskusi  dalam durasi lebih dari satu jam dengan sosok intelektual yang sangat rendah hati ini.

Beliau memberikan berbagai nasehat yang mencerahkan kepada kami seputar masalah pendidikan, tentang arti penting keikhlasan, filosofis memberi, 4 pilar pendidikan, keagungan sistem pendidikan Islam, hingga hikmah puasa yang beliau sebut sebagai jalan tol menuju kebahagiaan. Saat menyampiakan pemikiran tersebut, Ustadz Dihyah selalu tampak antusias, bersemangat dan sangat tulus.

Para intelektual muslim kebanyakan, enggan berlama-lama membuang waktu untuk meladeni kahausan orang pinggiran seperti kami. Para akademisi yang biasa kami jumpai, seringkali mematahkan semangat dan tak memberikan apresiasi atas rencana-rencana kecil yang akan kami lakukan. Kondisi itu jauh berbeda dengan sosok Ustadz Dihyah.

Dr.Dihyatun Masqon adalah representasi dari ratusan sosok pengajar di PM Darussalam. Sosok seperti ini sudah sangat sulit kita jumpai di sekitar kita saat ini. Ustadz Dihya adalah seorang pendidik yang melandaskan niatnya hanya untuk Allah semata, seorang pendidik yang jauh dari hitung-hitungan material-transaksional, seorang pendidik yang berpengetahuan sangat luas namun tetap santun dan rendah hati.

3.  Totalitas para pengelola (manajemen)

Para pengelola Pondok, baik yang bertugas di madrasah, di INSID, di UNIDA dan puluhan unit usaha pondok memiliki kaharakter yang tidak jauh berbeda dengan karakter Dr. Dihyatun Masqon. Rendah hati, antusias, berpengetahuan sangat luas, namun tetap sederhana.

Para pengelola PM Darussalam adalah kaum profesional  yang mampu bekerja sepanjang hari bahkan sepanjang saat. Mereka adalah para pengelola yang sangat taat dengan pimpinan dan mendedikasikan semua yang mereka miliki hanya untuk pondok tempat mereka mengabdi. Susah menjelaskan jika ada sekelompok pengelola Pesantren Anak sholeh (PAS) Baitul Qur’an yang bernaung di bawah PM Darussalam masih sibuk terlibat diskusi hingga pukul 11 malam.

Sulit menjelaskan seorang anak pejabat pesantren berkenan meladeni kami hingga larut malam untuk menjelaskan aneka persoalan teknis tentang pengelolaan lembaga pendidikan. Namun, begitulah kenyataannya. Kenyataan yang memukul gelembung-gelembung kesombongan kita hingga kempes tidak tersisa!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button