7.  Kemandirian yang Menakjubkan

Selama dua hari berada dalam komplek Pondok Modern Darussalam, rombongan diajak berkeliling oleh Gurunda Ustadz Luqmanulhakim untuk mengunjungi unit-unit usaha yang didirikan oleh pondok.  Sejauh yang diingat ada sekitar 32 jenis usaha yang dikelola secara langsung dan tidak langsung oleh Pondok.

Diantaranya Penggilingan padi, supermarket, percetakan, penerbitan, majalah, toko buku, konveksi, toko bangunan, toko roti, ice cream, air minum dalam kemasan, transportasi, wartel, pengolahan sampah, BMT, radio, televisi, recording, wisma, dan  hotel.

Unit-unit usaha tersebut ada yang dikelola dibawah yayasan, ada yang dikelola di bawah organisasi santri, ada pula yang dikelola di bawah organisasi kampus. Yang menarik adalah semua unit usaha tersebut didirikan dalam rangka untuk mensuplai kebutuhan pondok.

Seluruh keuntungan unit-unit usaha itu diserahkan kepada pondok. Pimpinan Pondok kemudian mendistribusikan keuntungan itu untuk menopang biaya operasional pondok dan mendukung aktivitas pembangunan.

Unit-unit usaha tersebut memiliki sistem yang sangat profesional, baik menyangkut sistem produksi, sistem pemasaran, sistem pengelolaan keuangan hingga sistem pelaporan. Semuanya berjalan dengan SOP yang jelas dan rapi.

Yang menarik, seluruh unit usaha dikelola oleh santri. Mereka mengelola unit usaha tersebut secara sukarela. Dengan kata lain para pengelola tersebut tidak digaji.

Para pengelola tersebut adalah para santri tingkat akhir yang ditugaskan secara khusus untuk mengabdi sebagai pengelola unit-unit usaha tersebut berdasarkan keahlian masing-masing. Masa pengabdian berlangsung selama satu tahun. Ada pula santri-santri pilihan yang diberikan tanggungjawab untuk mengelola unit usaha secara sukarela sambil melanjutkan studinya pada jenjang yang lebih tinggi.

Jika ditelisik lebih lanjut, seluruh unit usaha itu memproduksi berbagai barang dan jasa yang diperlukan bagi stakeholder Pondok, baik untuk para santri, para pengajar dan pengelolanya. Sisanya baru disupply untuk kebutuhan masyarakat. Keuntungan dari penjualan barang dan jasa itu, kemudian diserahkan kembali kepada Pondok, lalu dialokasikan untuk menopang pengembangan pendidikan dan pembangunan.

Sistem pemenuhan kebutuhan secara internal dan mandiri itu oleh Pimpinan Ponpes diistilahkan dengan sistem ekonomi protective.

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News