Rubrik

BAITULMAAL BEROMZET 7 M

Secara harfiah baitulmaal berasal dari bahasa arab, yaitu al bayt dan al mal. Al bayt berarti rumah, al maal artinya harta. Kalau digabung, baitulmaal itu berarti rumah harta.

Demikian penjelasan yang permahndisampaikan oleh Gurunda Ustaz Luqmanulhakim dan Gurunda Ustaz H.M. Nur Hasan kepada saya beberapa tahun silam.

Berdasarkan referensi yang saya pelajari, istilah “BAYTULMAL” atau Baitulmaal dalam bahasa Indonesia ini dikenalkan pertama kali oleh Rasulullah Muhammad SAW. Istilah itu beliau gunakan setelah terjadinya Perang Badar pada tahun kedua hijiriah atau sekitar tahun 624 masehi.

Perang yang Badar adalah perang terbuka pertama antara kaum muslim yang baru dua tahun membangun komunitas baru di Madinah melawan Pasukan Quraisy yang bermarkas di Mekkah. Dalam perang yang sangat heroik itu, sekitar 300 “santri” Rasulullah terlibat konfrontasi terbuka dengan pasukan Quraisy Mekkah yang dipimpin Jendral Abu Jahal.

Dalam perang yang dramatik dan sangat mendebarkan itu, pasukan santri Rasulullah berhasil memenangkan pertempuran. Padahal jumlah pasukan Jendral Abu Jah saat itu 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan pasukan santrinya Rasulullah.

Pasukan Jendral Abu Jahal juga didukung oleh peralatan perang yang jauh lebih lengkap dan jauh lebih hebat. Namun biiznillah, ribuan prajurit Quraisy berhasil dipukul mundur. Mereka menyatakah menyerah dan kalah.

Nah, berdasarkan role of game peperangan masyarakat di zaman itu, pihak yang memenangkan perang berhak untuk mengambil harta yang ditinggalkan oleh pasukan yang kalah perang. Dengan demikian pasukan santri Rasulullah yang bermarkas di Madinah berhak atas harta yang ditinggalkan oleh pasukan Abu Jahal.

Berdasarkan beberapa literasi yang saya baca, pada saat berhadapan dengan pasukan santrinya Rasululullah itu, pasukan Jendral Abu Jahal dilengkapi oleh 100 ekor kuda, 700 unta, dan 600 baju besi. Nilainya besar sekali.

Silahkan dihitung berapa besar harta rampasan perang yang menjadi hak kaum muslimin saat itu. Kalau harga seeokor kuda 10 juta dan seekor unta 20 juta saja. Sudah milyaran nilainya!

Karena banyak dan bernilai besar, Rasulullah mengalami kesulitan untuk membagikannya. Dari sinilah kemudian Rasulullah memerintahkan kepada para santrinya untuk membangun rumah harta atau baitulmaal.

Misi utama Baitulmaal adalah mencatat harta rampasan perang yang didapat (ghanimah) setelah perang Badar, dan membagikannya secara adil dan cepat kepada yang berhak sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya.

Dalam proses pendistribusian harta itu, Rasululullah menginstruksikan para pengelola baitulmaal untuk mendistribusikan harta tanpa sisa dalam waktu maksimal 3 hari.

Jadi tak boleh ada harta yang ditahan. Semuanya harus terdistribusikan kepada yang berhak dengan cepat.

Setelah Perang Badar, fungsi Baitulmaal kemudian berkembang. Fungsi baitulmaal tak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan harta rampasan perang saja, tapi juga menjadi lembaga yang berfungsi untuk mengumpulkan, mencatat dan mendistribusikan harta publik yang diperoleh dari aktivitas pembayaran zakat, pembayaran kharaz (pajak tanah), pembayaran jizyah (pajak khusus), infak serta pencatatan dan pengelolaan harta waqaf.

Demikianlah awal mula berdirinya baitulmaal. Digagas oleh Rasulullah dan berfungsi untuk mengumpulkan harta, mencatat, dan mendistribusikannya kepada yang berhak tanpa sisa dalam waktu yang cepat.

Ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button