Rubrik

Narasi Kebaikan Narasi Peradaban (pt 1)

Percaya tidak bahwa kita adalah perpaduan antara apa yang kita dengar apa yang kita lihat dan apa yang kita saksikan ??

Saya percaya bahwa tidak ada istilah menjadi diri sendiri, hingga ada istilah “Ganti kaos mu maka kau akan bisa jadi siapaun dan apapun”

Sejalan dengan Ar rad 11
” … Bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum (itu sendiri) yang mengubah nya .. “

Jadi mau berubah jadi apa ?? Kamu bisa

Percaya tidak bahwa narasi kebaikan harus di sampaikan berulang ulang ? Di teruskan terus-menerus ke generasi selanjutnya

Jika tidak ??
Maka narasi keburukan akan menghampiri dan jadi bagian dari diri ??

Kita ini sejak awal sudah kurang tepat pengasuhan nya, dongeng yang di berikan dan kisah yang di teruskan

Contoh simpel saja
Kisah kancil mencuri ketimun, sang binatang cerdas dikatakan dalam kisah nya

Itu terus yang di kisahkan, bahkan akhirnya tanpa sadar itu berlaku di Indonesia

Untuk jadi cerdik harus maling dulu, harus korupsi dulu, harus mencuri dulu, mengambil hak orang dulu

Right ?? Tanpa sadar semua jadi sistem alam bawah sadar

Contoh lain nya
Kisah kura kura yang menang perlombaan lari dari sang kancil, why ? Karena kancil ketiduran

Hingga muncul istilah pelan pelan asal selamat, padahal bisa kan cepat tetap selamat ?

Lalu saya mulai ngangguk ngganguk juga, bukan apa apa tapi karena memang itu sudah turun temurun dari generasi ke generasi

Lantas mari kita beralih pada sosok terlatih, sosok luar biasa penakluk sebuah negara bahkan ketika usia nya masih muda

Siapa dia ?? Muhammad Al Fatih namanya

Banyak yang mengisahkan bagaimana luar biasanya Strategi perang sosok satu ini

Juga beberapa yang mengulik dari sisi bagaimana memang sosok ini dipersiapkan dan mempersiapkan diri

Semasa hidupnya, tidak pernah meninggalkan shalat fardu, shalat sunah, shalat Tahajud, dan berpuasa

Sejak ia berusia delapan tahun, ia telah menghafal Alquran dan menguasai tujuh bahasa berbeda, yaitu Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Parsi, dan Ibrani

Kenapa bisa begitu ? Karena baik orang tua dan para guru nya mewariskan hadist nabi di bawah ini

” Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari)

Artinya Al Fatih paham, kalau ingin menaklukan konstantinopel harus jadi sebaik baik pemimpin, dan tidak bisa jadi orang seperti biasa atau Khalifah sebelum belum ya

Allahuakbar

Tulisan dari
Habibah Juniarti Iskandar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button