Gerakan Infaq beras pada awalnya beberapa kali berganti nama, seperi pada artikel “Tapak Tilas GIB” dimana awalnya nama program ini adalah “Program Infaq Beras”. Program Infaq Beras pada masa awal masih dikoordinir di Baitulmaal PMMAY dan sempat terjadi perubahan nama. Tapi tidak terlalu lama, nama yang digunakan adalah “Program Infaq Beras Fi Sabilllah”.

Penambahan kata Fii Sabilillah ini diberikan untuk mengatasi polemik tentang pengalokasian donasi infaq beras untuk operasional kegiatan distribusi. Saat itu, para penggiat dakwah tidak memiliki sumber lain untuk membiayai pendistribusian beras ke penerima. Padahal lokasi mereka terpisah-pisah dan berada jauh di pelosok desa. Akhirnya anggaran untuk mengelola dan mendistribusikan beras diambil dari donasi yang terkumpul.

Saat itu terjadi perdebatan kecil diantara para pengurus, apakah hal tersebut sah atau tidak berdasarkan syariah. Sebagian sahabat mengatakan sah, karena ada aturannya, serta hal itu telah dipraktekkan pula di berbagai lembaga filantropis lainnya. Sementara sebagian lagi mengatakan tidak sah atau tidak boleh karena akad donasi yang diberikan oleh orang tua asuh untuk membeli beras. Dengan demikian tidak boleh dialokasikan untuk biaya operasional.

Untuk mengatasi polemik tersebut, Pimpinan mengadakan musyawarah dan diputuskan bahwa anggaran operasional boleh diambil dari donasi dengan meminta izin kepada oragn tua asuh. Keputusan kedua nama program infaq beras dirubah menjadi Program Infaq Beras Fisabilillah.

 Kata Fiisabilillahnya adalah sebuah penanda bahwa ada sebagian kecil hasil donasi yang dialokasikan untuk membiaya aktivitas distribusi para penggiat dakwah fisabilillah. Sejak pergantian nama tersebut, polemik pun selesai. Pergantian nama tidak hany sampai disitu saja, selang tidak lama nama “Gerakan Infaq Beras” pun muncul menggantikan “Program Infaq Beras Fi Sabilllah” hingga sekarang.

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News