Orang Baik

Wejangan makan siang (pt 2)

Nah, sehabis shalat ashar dan mengaji, Om Sirwan didaulat oleh Ustaz Luqmanulhakim untuk memberikan nasihat buat temen-teman Masjid Kapal Munzalan. Ada puluhan sahabat yang memenuhi gajebo pemancingan milik Om Sirwan saat itu.

Awalnya Om Sirwan keberatan. Namun setelah bernegosiasi, Om Sirwan pun berkenan memberikan wejangan….

Setelah mengucapkan salam dan berkisah tentang perkenalannya dengan Ustaz Luqmanulhakim, Om Sirwan mulai memberikan wejangan.

Dari sekian banyak poin wejangan dari beliau ada satu yang menurut saya sangat istimewa.

Beliau berkata begini:

Adik-adik sekalian saya ini puluhan tahun berkarir sebagai seorang profesional. Saat ini saya memiliki 3 orang anak. Namun, tak ada satupun dari anak saya yang saya rekomendasikan untuk mengikuti jejak saya sebagai seorang profesional di dunia perbankan.

Saya justru meminta kepada anak-anak saya untuk belajar ilmu agama. Saya tak mau anak-anak saya nantinya disibukan oleh hal-hal yang bersifat material, namun melupakan masalah-masalah substansial seperti berbakti kepada orang tua dan membantu sesama.

Untuk apa sekolah tinggi, punya pekerjaan yang bagus, punya karir dan jabatan yang tinggi, tapi saat orang tua sakit tak ada satupun dari anak-anak kita yang sempat datang menjenguk.

Untuk apa menjadi orang yang kaya raya, tapi saat orang tuanya meninggal tak ada satupun yang bisa memimpin sholat jenazah atau mendoakan orang tuanya. Saya sering menyaksikan sendiri betapa saat ini banyak orang yang sangat sibuk mengumpulkan harta benda tapi lupa menanamkan adab dan ilmu agama kepada anak-anaknya.

Jangan sampai kita menjadi orang tua memiliki anak seperti itu. Maka, saya meminta anak-anak saya agar tidak sibuk bekerja seperti saya. Yang penting belajar imu agama, menjaga adab dan akhlak, dan jangan meninggalkan ibadah. Insyaallah rezeki akan disediakan oleh Allah“, demikian hatur Om Sirwan.

Para sahabat saya yang mendengarkan wejangan itu hening. Mereka tampak serius mendengarkan wejangan dari Om Sirwan. Om Sirwan melanjutkan wejangannya.

Adik-adik, di zaman ini ilmu agama itu sangat penting. Jauh lebih penting dari ilmu-ilmu modern yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Maka, saya pun telah memutuskan untuk tidak menyekolahkan anak-anak saya ke sekolah modern.

Semuanya saya minta untuk belajar agama. Ada yang menghafal Alquran, ada juga yang belajar di Pondok Pesantren. Saya merasa sangat bangga jika melihat anak-anak saya kemana-mana menggunakan baju koko, sarung dan peci. Saya berkata kepada anak-anak saya, cukuplah saya saja yang tak berkesempatan untuk belajar ilmu agama.

Tapi jangan sampai kalian, anak-anak saya yang tak punya ilmu agama. Demikian pula yang saya harapkan kepada adik-adik sekalian. Belajarlah memperbaiki adab, akhlak dan ilmu agama. Itulah yang paling penting saat ini.

Adik-adik beruntung bisa belajar langsung dengan Ustaz Luqmanulhakim. Belajarlah dari beliau dengan sungguh-sungguh. Tak usah khawatir dengan rezeki. yakinlah Allah pasti akan mencukupinya.”

Demikian salah satu wejangan istimewa yang disampaikan oleh Om Sirwan. Masyaallah.

Jika wejangan itu tidak disampaikan oleh seorang mantan Top Eksekutif, mungkin wejangan itu biasa-biasa saja. Namun wejangan ini disampaikan oleh seorang mantan top eksekutif. Terlebih top eksekutif dari sebuah perusahaan terbesar di Kalbar. Allahuakbar. Mari kita doakan, semoga Om Sirwan diberikan kesehatan dan dianugrahi anak keturunan yang sholeh. Amiin.

Tulisan dari
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button