Orang Baik

Teladan Sang Wanita Yang Berpipi Kemerahan

Sampai saat ini, pemahaman sebagian orang terhadap perempuan sering kali dikaitkan dengan dapur dan kasur, seakan perempuan tidak memiliki peranan penting dalam kehidupan. Padahal dalam Islam, laki-laki dan perempuan derajatnya sama, yang membedakan hanyalah ketakwaan. Dalam Islam, perempuan sangat dimuliakan, bahkan seorang ibu disebut sebagai al-madrasah al-uula. Sebegitunya Islam mementingkan peranan seorang perempuan dalam membangun peradaban yang cerdas dan berkualitas. Bahkan Rasulullah bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR. Muslim).

Masih banyak yang tidak tahu bahwa Islam sangat memberdayakan perempuan bahkan banyak sekali pemahaman di luar Islam yang menganggap ajaran Islam mengekang perempuan. Akibat pemahaman yang salah terhadap perempuan yang bertebaran sampai saat ini, banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki banyak sekali tokoh perempuan yang mengukir sejarah peradaban Islam. Salah satunya adalah Aisyah binti Abu Bakar. Dia yang dijuluki humaira, atau pipi yang kemerah-merahan oleh Rasulullah, adalah wanita yang sangat istimewa.

Aisyah adalah istri ketiga Rasulullah, tetapi diriwayatkan bahwa dia adalah istri kecintaan beliau. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, suatu saat Amr bin Ash bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling engkau cintai?” kemudian beliau menjawab, Aisyah”  lalu ia bertanya kembali, “Siapakah laki-laki yang paling engkau cintai?” beliau menjawab, “Ayahnya, Abu Bakar.”.

Aisyah adalah seorang yang sangat cerdas. Dirinya memiliki daya ingat yang kuat dan tajam sehingga menjadikannya salah satu orang yang meriwayatkan lebih dari 2000 hadis. Hal ini membuat para sahabat melihat Aisyah sebagai orang yang paling faqih dan sering dijadikan rujukan oleh mereka dalam banyak hal. Dengan kapasitas ilmu yang luas, daya ingat yang kuat, serta cerdas dalam hal fiqih, kedokteran, bahkan syair, tidak heran keistimewaan sang wanita berona merah ini menjadi teladan bagi muslimah di seluruh dunia.

Sosok Aisyah menunjukkan bahwa Islam sangat membuka diri, bahkan menginginkan para muslimah menjadi sosok yang memiliki kualitas terbaik. Perempuan adalah awal dari peradaban manusia. Bayangkan bagaimana jadinya jika seluruh wanita berusaha untuk menjadi pribadi yang tidak hanya taat, tetapi juga terus mencerdaskan dirinya sendiri. Jika begitu, dunia akan dilimpahi banyak hal yang bermanfaat bagi manusia. Maka, dengan meneladani sifat Aisyah, terutama kecerdasannya, berarti kita sedang ikut membangun peradaban dunia dengan generasi yang cerdas akhlak dan akal pula.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button