Orang Baik

Dasi TOK YA (part 2)

Tahun 2014, di Masjid ini berdiri Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin. Sebuah pesantren yang didirikan sehari setelah beberapa aktivis dakwah dibawah pimpinan Ustadz Luqmanulhakim pulang dari Pondok Modern Darussalam, Gontor, Kabupaten Ponorogo untuk melakukan studi banding.

Dari PM Darussalam Gontor, kami mendapatkan pelajaran tentang pentingnya kepemimpinan (imamah). Di Pesantren yang sudah berdiri puluhan tahun sebelum lahirnya Republik Indonesia tersebut, kami juga belajar tentang strategi kepemimpinan kollektif dan pentingnya menegakkan ketaatan kepada pemimpin sebagaimana taatnya makmum kepada imam.

Pelajaran yang sangat langka itu kami duplikasi secara evolutif dan progressif di PMMAY. Maksudnya diterapkan secara berproses tapi terus maju, tanpa sekalipun melangkah mundur.

4 tahun setelah PM Munzalan Mubarakan berdiri, kegiatan pendidikan dan kegiatan sosial berkembang dengan pesat. Unit Lembaga pendidikan yang semula hanya 1 lembaga, kini bertambah 4 dan masing ada yang memiliki cabang antara 2-5 unit.

Jumlah kegiatan Infaq Beras yang awalnya hanya mampu mengumpulkan donasi 1000 kg perbulan berkembang menjadi 400.000 kg lebih per bulan. Dan yang semula hanya beraktivitas di dua daerah untuk 3 pesantren, salam 5 tahun terakhir telah beraktivitas di 60 daerah dan 22 provinsi dengan jumlah pesantren penerima manfaat lebih dari 1800 pesantren.

Baitulmaal yang semula hanya ada satu, sekarang sudah bercabang menjadi 8. Sementara jumlah Aktivis yang terlIbat dalam pengelolaan PMMAY secara fokus yang awalnya hanya belasan orang, kini ada lebih dari 200an personil. Dengan jumlah relawan yang semula hanya puluhan sekarang tak kurang dari 2000 orang.

Sejak penerapan Social Distancing, Pengasuh kami, Gurunda Ustadz Luqmanulhakim mengajak kami semua untuk memanfaatkan momentum ini untuk melakukan islah, melakukan perbaikan. Melakukan managemet improvement. Selama lebih dari 10 hari, Ustadz Luqmanulhakim mengajak pimpinan dan pengarah eksekutif untuk mikir.

Perintah beliau kami taati. Kami pun jadi sibuk mikir semua.

Hasil mikir maraton itu merekomendasikan agenda islah yang lumayan banyak. Selama ini semua sahabat lebih banyak menyalurkan energi untuk bergerak. Akhirnya beberapa elemen memang ada yanga mengalami miss, dan tak sempat diperbaiki.

Namun, karena corona ini, justru berbagai missing itu kemudian menjadi “sempat” untuk diperbaiki.Barkallah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button