Puluhan sahabat di Masjid Kapal Munzalan kemarin menjadi saksi dari dua kalimah syahadat yang dideklarasikan oleh Cece Tina. Ia menjadi seorang muslim karena merasa senang mendengar suara adzan.

Cece Tina adalah seorang pengacara yang sangat populer di Kota Pontianak. Dalam dunia peradilan ia dikenal sebagai sorang pengacara yang ligat. Ligat dalam menegakkan keadilan, ligat pula saat ber-acara di meja hijau untuk membela para klien-nya.

Perempuan kelahiran tahun 1988 yang bernama lengkap Prisqilla Tina Adelia ini bercerita bahwa sebelumnya ia telah memeluk dua agama yang berbeda.

“Saya datang ke Masjid ini setelah berkonsultasi dengan Kak Anggia, rekan saya sesama pengacara. Saya sudah lama ingin menjadi seorang muslimah, tapi bingung harus meminta bimbingan kepada siapa. Saya kemudia menghubungi Kak Anggia. Saya meminta saran kepadanya siapa yang bisa membimbingnya jika ia akan menjadi seorang muslimah.

Kak Anggia kemudian menyarankan agar saya meminta bimbingan langsung dengan Ustaz Luqmanulhakim, Pengasuh Masjid Kapal Munzalan. Sayapun kemudian mengikuti saran Kak Anggia”, demikian cerita Cece Tina.

Masjid Kapal Munzalan memang tak asing bagi Cece Tina. Setahun yang lalu, Cece Tina pernah mengunjungi Masjid Kapal Munzalan. Beliau ke Masjid Kapal Munzalan untuk membantu sahabat-sahabat yang berasa di gang sempit ini, sebagai penasihat hukum, saat para sahabat diterpa fitnah.

Dan tak disangka, setahun setelah itu ia kemabli lagi ke Masjid itu untuk menjadi seorang muslimah. Masyaallah!

Gurunda Uztaz Luqmanulhakim yang menjadi salah satu saksi kemuslimahan Cece Tina itu memberikan nasihat kepada Cece Tina. Beliau mengatakan bahwa saat seseorang manusia dewasa menjadi seorang muslim atau muslimah, maka secara otomatis dosa-dosanya di masa lalu akan dihapuskan oleh Allah SWT.

“Setelah bersyahadat, dosa-dosa Cece Tina di masa yang lalu insyaallah akan di delete oleh Allah”, hatur Gurunda Ustaz Luqmanulhakim.

Gurunda Ustaz Luqmanulhakim juga mengatakan bahwa menjadi seorang muslim atau muslimah itu sederhana saja. Yaitu bergantunglah saja hanya kepada Allah semata dan jangan pernah bergantung pada manusia.

“Mulai saat ini, Cece Tina harus belajar menjadikan Allah sebagai “tempat” bergantung. Bergantung kepada Allah kita pasti bahagia, bergantung kepada manusia kita akan kecewa. Insyaallah kita semua akan saling belajar di masjid ini agar bisa selalu bisa tetap bergantung kepada Allah saja”, tambah Gurunda Ustaz Luqmanulhakim.

Allahuakbar…

Setelah prosesi syahadat, para sahabat Gurunda Ustaz Luqmanulhakim memghadiahi Cece Tina dengan Alquraan, serta buku pelajaran agama..yang lain menghadiahkan Cece Tina dengan perlengkapan shalat. Dan terakhir, salah satu sahabat di Masjid Kapal Munzalan melantunkan adzan yang menandai Shalat Isya.

Selain menandai tibanya waktu shalat, adzan itu juga dihadiahkan kepada Cece Tina. Semoga menjadi seorang muslimah yang semakin bahagia sentossah…

Ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News