Keluarga Baik

Eksekutor Amal Soleh

Amal sholeh sebagaimana yang sudah diamalkan oleh Munzalan, seperti melaksanakan program Infaq Beras, membangun baitulmaal, memakmurkan masjid, mendidik anak-anak muda, dan membangun organisasi amal sholeh yang benar, baik dan bagus di daerah masing-masing.

Harapannya, di setiap daerah nantinya ada kawasan-kawasan pusat kegiatan amal sholeh yang dikelola secara benar, baik dan bagus, yang mana kawasan-kawasan itu dikelolah olah para anak muda yang menjadikan Masjid sebagai markasnya dengan sistem organisasi yang terpimpin.

Nah, para penggiat dakwah yang ingin membersamai kegaiatan amal sholeh itu adalah para relawan yang bergabung ke dalam PASKAS Indonesia. Paskas itu singkatan dari Pasukan Amal Shaleh.

Kegiatan Paskas awalnya adalah merintis Gerakan Infak Beras (GIB) di daerahnya masing-masing. Setelah GIB dilaksanakan secara istiqoma, maka para anggota Paskas tersebut harus memiliki Masjid sebagai markasnya. Setelah ada Masjid, barulah akan diberikan izin untuk membentuk Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) di daerah masing-masing.

Para pengelola BMI haruslah anggota PASKAS INDONESIA yang telah mengikuti pendidikan (tarbiyah). Mereka harus mengamalkan berbagai amal sholeh wajib sebagaimana yang telah dibakukan dengan istilah “6 Pilar Amal Sholeh”, serta memiliki pengetahuan hukum-hukum Islam yang paling dasar.

Berdasarkan laporan dari Baitulmaal Munzalan Indonesia, saat ini (November 2019) pengurus Gerakan Infaq Beras telah ada di 22 Provinsi dan 53 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. Kepengurusan itu tersebar dari Aceh hingga Papua.

Anggota Paskas yang merintis GIB di seluruh daerah itu rata-rata adalah anak-anak remaja dan pemuda. Namun di beberapa daerah, sahabat yang telah paruh baya pun cukup banyak yang terlibat menjadi anggota PASKAS Indonesia.

Laporan bulanan terakhir (Desember 2019) yang saya terima dari Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) Pusat, total jumlah beras yang terkumpul di seluruh Indonesia selama bulan Desember adalah sebesar 353.427 kg atau 353.4 ton. Itu merupakan jumlah yang sangat luar biasa untuk donasi berasnya.

Beras yang terkumpul kemudian didistribusikan secara gratis kepada 1700 Panti asuhan dan pondok pengahafal Al Quran. Jika  kita melihat secara jumlah individu, baik anak yatim maupun santri yang merasakan beras yang didistribusikan itu luar biasa banyak, yaitu sebanyak 119.123 orang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button