Ilmu Baik

Tutorial Merendah

Munzalan itu bisa sebagai Masjid, bisa juga sebagai Pondok. Jika dilihat sebagai sebuah pesantren atau pondok maka, di Munzalan itu ada kiainya, ada santrinya juga.

Namun jika dilihat sebagai masjid, maka ada aktivitas shalat berjamaahnya. Di aktivitas shalat berjamaah itu ada yang berperan jadi imamnya ada yang berperan jadi makmumnya.

Saat melaksanakan shalat berjamaah, semua orang di Masjid Kapal Munzalan menjadi makmum. Hanya satu yang menjadi imam. Sementara yang lain adalah makmum.

Seluruh makmum harus patuh pada imam shalat. Tidak peduli makmumnya adalah para ustaz atau kyai. Semuanya harus taat.

Disuruh apa-apa sama imammya, harus manut. Disuruh baris ya baris. disuruh angkat tangan ya angkat tangan. Disuruh rukuk ya rukuk, di suruh sujud ya sujud.

Tidak ada satupun yang melawan perintah imam saat melaksanakan shalat jamaah. Para makmum sangat sadar, bahwa tidak taat, berarti tidak dapat kebaikan, tidak dapat pahala. Tidak taat berarti ibadah shalatnya tidak diterima.

Saat melaksanakan shalat berjamaah, sejatinya tujuan kita bukanlah untuk membangun eksistensi pribadi. Ibadah sholat bukanlah momentum untuk unjuk kemampuan, bukan pula momentum unjuk kehebatan. Tapi ibadah shalat berjamaah adalah momentum untuk merendahkan diri di hadapan Allah.

Maka, pada saat melaksanakan shalat berjamaah di masjid, setiap orang harus merendahkan diri di hadapan Allah, sesuai dengan perannya. Kalau perannya adalah makmum, ya menjadilah makmum yang baik, taat dengan apa yang diserukan oleh imam. Kalau tidak mau taat dengan imam, berarti masih tinggi hati. Dengan manusia saja tinggi hati, bagaimana mungkin bisa rendah diri kepada Allah.

Kalau perannya jadi imam, ya jadilah imam yang rendah hati. Jangan merasa yang paling baik. Kalau merasa menjadi yang paling baik, bagaimana mungkin sang imam bisa berhasil merendahkan diri di hadapan Allah.

Setelah sama-sama merendahkan diri kehadirat Allah, maka tugas harus ditunaikan dengan baik. Yang jadi imam harus bisa memberikan seruan yang jelas, agar seluruh makmum bisa bergerak kompak dan rempak. Yang jadi makmum harus ikut seruan imam yang ada di depan.

Ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button