Ilmu Baik

Pesan Ayah Luqman Bagian 1

Seberapa keren sih kita sampai setiap orang harus melihat kita dan mengakui semua kontribusi kita? Dalam hal ini Kiai Luqmanulhakim, Ayah kita, punya pesan penting untuk kita semua.

Abang kakak, sebagai santri, sebenarnya apa yang kita cari? Banyak orang sibuk mempersiapkan hidup yang baik, tapi lupa mempersiapkan mati yang baik. Bagaimana agar nantinya bisa mati dalam keadaan baik? Yaitu dengan terus melakukan hal baik.

Terkadang ketika berbuat sesuatu—memberikan kontribusi dari yang besar hingga yang tak seberapa—kita menikmati yang namanya apresiasi manusia. Iya, kita menikmati ketika nama kita disebut-sebut, tanpa sadar kita terhanyut.

Rasa apresiasi itu memang menyenangkan. Hal itu bisa menjadi salah satu faktor besar yang membuat semangat terbakar. Tetapi, semoga kita tidak lupa siapa yang boleh dipuji dan satu-satunya yang paling pantas, yaitu Allah Robbul ‘Alamin.

Ketika mendengar hal-hal baik itu, ucapkanlah rasa syukur. Kembalikan semua pujian itu pada Allah. Dialah yang memberikan rasa senang kepada kita, maka kembalikanlah lagi pada-Nya.

Kita sering berucap “semoga lelahku lillah”, tanpa tau artinya lillah. Kita merasa besar kepala dan menyebut-nyebut pemberian kita yang tidak seberapa. Lupa, Allah bisa dengan mudahnya mencabut  semua pahala dari usaha kita akibat sikap sombong itu.

Abang kakak, kalau kita mendengar kata lillah, ada dua artinya; untuk Allah dan milik Allah.

Ucapan alhamdulillah, segala puji, nama baik, apresiasi, semua itu hanya boleh untuk Allah.

“Kiai kami, Kiai Hasan Abdullah Sahal, pernah berpesan, kalau ada manusia yang senang dipuji-puji, senang diapresiasi, meminta-minta untuk di-mention, di-tag, dan diakui, pasti dia sedang mengkorupsi haknya Allah. Karena yang boleh dipuji dan diapresiasi hanyalah Dia, Allahu Akbar. Kita? Kita bukan dan tidak ada apa-apa, we are nothing. La hawla wa la quwwata illabillah, Allah is everything, Allah segala-galanya. Alhamdulillah, segala puji milik Allah,” tegas Kiai Luqman.

Tidaklah salah ketika kita mendengar pujian yang diberikan pada kita, namun wajib bagi kita, sebagai orang yang mengakui Allah adalah Tuhannya, untuk terus menyadari bahwa yang pantas dipuji hanyalah Allah. Kita tidak akan bisa melakukan hal-hal yang kita anggap besar itu kalau bukan karena Allah Yang Maha Besar.

Jadi, rawatlah rasa ikhlas itu. Mintalah pada Allah untuk selalu dimurnikan segala niat baiknya, karena kita hanyalah manusia. Kita tidak pernah tau kapan kita akan terpeleset dan terjebak dalam lubang setan yang bernama kesombongan.

Abang kakak, kita harus selalu mengingat dan menyadari bahwa Allah bisa dengan mudahnya mengangkat derajat kita setinggi-tingginya, dan sangat bisa menjatuhkan diri kita serendah-rendahnya. Maka, mari kita coba untuk selalu meluruskan niat. Tidak peduli di perjalanan akan mendapat cemooh atau sambutan hangat, jika semua kita lakukan karena ingin mendapatkan cintanya, ridho-nya Allah, insya Allah, apa yang kita kerjakan akan bernilai mulia di matanya Allah.

Lakukanlah lillah. Bismillah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button