Ilmu Baik

Menjadi Manusia yang Abadi Versi Buya Hamka

Abang kakak yang di rahmati Allah, ilmu baik kali ini datang dari Almarhum Prof. DR. H. Abdul Marik Karim Amrullah  atau yang dikenal dengan sebutan Buya Hamka, merupakan ulama dan sastrawan Indonesia dari tanah Minangkabau, Sumatera Barat.

Dalam beberapa kajiannya beliau menyampaikan pesan yang bisa menjadi renungan kita semua untuk menjadi manusia yang abadi, kok bisa? Jadi begini abang kaka, pengertian “manusia abadi” yang dimaksud ialah ketika kita sudah meninggal dunia, tapi nama kita masih bisa hidup di dunia.

Pengertian menjadi manusia abadi bukan dilihat dari usianya, meskipun ada manusia yang berumur sampai 100 tahun, itupun sudah lemah.

Dalam umur yang sekian pendeknya abang kakak lalui di dunia ini, bisa kita panjangkan, dengan cara apa? dengan perilaku kebaikan, dengan iman dan amal shaleh.

Sesuai apa yang disebut di dalam pantun Melayu.

Pulau Pandan jauh di tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik dikenang juga

Sebelum abang kakak meninggalkan dunia ini, mari kita pelihara kebaikan, lakukan kebaikan terus menerus tanpa henti, karena mungkin hal itu menjadi kenangan bagi orang lain, sebab kenangan semasa abang kaka hidup di dunia, itu adalah umur yang kedua kalinya.

Jadi seperti ini abang kakak, banyak orang yang setelah dimasukan ke dalam liang kubur dan sudah di timbun kubur, akan tetapi orang tersebut masih di kenang perilaku kebaikannya di lingkungan sekitar, tiap hari ia dikenang setahun, sepuluh tahun, seratus tahun, bahkan ada yang seribu tahun masih dikenang.

Sebagai contoh, seperti Nabi kita Muhammad SAW. Umurnya cuma 64 Tahun tapi beliau sampai sekarang masih dikenang dan sudah ratusan ribu tahun hidup beliau dikenang.

Nah, inilah yang dimaksud “manusia abadi” versi Buya Hamka, orang yang sudah meninggal dia hidup kembali, hidup kembali kenangannya bagi orang sekitar, lebih panjang kenangan dan perilaku baiknya dari pada umurnya.

Jadi abang kaka yang dirahmati Allah, marilah kita berbuat kebaikan tanpa henti, karena kebaikan yang kita lakukan di dunia ini akan menjadi amal sholeh yang kekal dan hal tersebut akan dikenang bagi orang-orang di sekitar kita kelak.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button