Ilmu Baik

Imam-Makmum dan Kiai-Santri

Semua adalah Hamba Allah, Tidak ada Boss!

Saat melaksanakan shalat berjamaah, makmum dan imam sama-sama menjalankan peran sebagai hamba Allah. Yang jadi makmum adalah hambanya Allah, bukan hambanya imam. Yang jadi imam juga hambanya Allah. Bukan tuannya para makmum.

Jadi imam itu bukanlah “bossnya” para makmum. Fungsi imam hanya menyerukan gerakan shalat saja. Bossnya tetap Allah. Oleh karena itu aba-aba gerakan yang disampaikan oleh imam shalat adalah ALLAHUAKBAR, bukan IMAMALAKBAR.

Sementara, makmum itu bukanlah budaknya imam. Makmum sama dengan imam, sama-sama hambanya Allah. Tugas utama para makmum adalah mendengarkan dan menaati apa yang diserukan oleh Imam.

Mungkin sang imam tidak lebih baik dari para makmum. Tapi tidak lantas para makmum boleh ndablek. Tidak mau rukuk saat disuruh rukuk, tidak sujud saat disuruh sujud.

Para makmum harus tetap taat, meskipun mungkin kita yang menjadi makmum merasa lebih layak, merasa lebih senior, merasa lebih bagus bacaannya. Tidak ada urusan! Saat jadi makmum, maka kewajibannya harus taat!

Dan kalaupun ada makmum yang ndablek seperti itu, imamnya paling senyum-senyum aja, sambil bergumam dalam hati, “ga mau ikut takhbiratulikhram ya urusanmulah, ga mau ikut rukuk dan sujud, terserah. Yang rusak itukan shalatmu, bukan shalatku!”.

Bagi para makmum yang ndablek dan tidak mau ikut seruan imam, maka siap-siap aja dianggap oleh makmum yang lain sebagai orang yang tidak waras. Lha gimana bisa dianggap waras, saat semuanya pada berdiri, si ndablek malah sujud. Sementara saat yang lain sujud, si ndablek malah baca alfatehah. Nyaring-nyaring lagi.

Yang perlu dicamkan adalah apa yang sering disampaikan oleh Gurunda Ustaz Luqmanulhakim, bahwa Jangan sampai saat berperan sebagai makmum kita tidak taat. Sementara saat berperan menjadi imam, kita malah tidak becus.

Jika itu terjadi, maka bisa kacau semua aktivitas ibadah berjamaah yang kita lakukan.

Implementasi Imam-Makmum dan Kiai-Santri di Pesantren kurang lebih ya sama. Ada imam ada makmum. Imamnya disebut kiai atau pengasuh. sementara makmumnya disebut dengan santri.

Ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button