Ilmu Baik

Enak Belajar Agama Via Media Atau Duduk Bersama?

Kalau saat makan dan lupa berdoa, kemudian tidak ada orang untuk bertanya, Abang Kakak cari tahu ke mana? Buka HP lalu googling, ya?

Zaman semakin maju dan canggih, sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Mubazir! Dan memang benar, selama bisa mudah, kenapa harus susah? Pun datang ke majelis memakan banyak waktu. Padahal, setiap menitnya bisa digunakan untuk mengurus banyak hal, atau mungkin bersantai. Praktis!

Tapi tahukah Abang Kakak kalau belajar agama lewat media, baik berupa buku, artikel ataupun video di YouTube, itu tidak sama lho dengan duduk bersama di majelis.

“Jadi, dengerin ustadz Luqmanulhakim setiap subuh lewat Instagram atau YouTube itu salah? Tapi, ustadz saja tidak mempermasalahkan kok!”

Tidak begitu juga, Abang Kakak. Tidak ada salahnya belajar agama lewat media online, cetak atau massa. Asalkan Abang Kakak memerhatikan beberapa poin penting yang dikutip dari Buya Yahya ini:

  • Lihat dahulu “link-nya”

Belajar agama tidak bisa asal sembarangan. Kita harus jeli buku atau video apa yang kita lihat, karena media itu ada dua; yang benar dan yang menjerumuskan. Lebih baik lagi jika link-nya adalah rekomendasi dari seorang guru. Tapi tidak semua buku atau video bisa kita pelajari sendiri. Kalau bab Akhlak, mungkin bisa kita pahami sendiri. Beda halnya kalau sudah masuk bab Akidah, Fiqih, dan lainnya yang jika tidak bersama guru, kita bisa salah paham.

  • Bukan karena kesombongan kita dengan ustadz

Kemudahan akses kita untuk mencari tau ilmu agama saat ini berpotensi membuat kita berpikir lewat medialah yang lebih mudah daripada bertanya langsung ke ustadz. Apalagi kalau kita berpikir lebih senang hanya membaca buku atau menonton video ustadz dan ustadzah terkenal, dan meremehkan guru kita yang ada di kampung. Abang Kakak, inilah yang namanya kesombongan dan tidak benar, ya.

“Tapi kan materinya sama, ilmu yang didapat jelas sama, dong!”

Yup, benar sekali! Tapi mau tahu apa yang menjadi pembedanya?

Yang jadi pembedannya adalah KONEKSI. Koneksi apa? Yaitu terikatnya batin antara guru dan muridnya. Dari wasilah itulah kita mendapatkan cinta-Nya Allah yang lebih. Rasulullah bersabda,

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

Nah, apa Abang Kakak tidak mau didoakan langsung oleh malaikat yang tidak memiliki dosa seperti kita ini? Selama tidak ada uzur, yuk datang ke majelis!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button