Ilmu Baik

CEO Masjid (pt 2)

Sekali lagi data ini bukan data riil ya. Hanya data yang bersifat kalkulatif saja. Nilai sesungguhnya bisa lebih, tapi kalau kurang kayaknya nggaklah.

Nah sekarang kita bisa punya gambaran matermatis tentang kinerja Gurunda Ustaz Luqmanulhakim sebagai seorang CEO.

Bahwa di bawah kepemimpinan beliau, nilai aset Masjid Kapal Munzalan yang semula hanya sebesar Rp 1,5 milyar (2012), lalu berkembang menjadi Rp 90 milyar pada tahun 2020. Artinya dalam 8 tahun nilai aset “perusahaan” ini naik sebanyak 60 kali lipatnya!

60 kali lipat itu bukan naik 100 persen lho. Kalau naik 100 persen berarti naik dua kali lipatnya. Sementara 60 kali lipat itu kalau dipresentasekan, kenaikannya sebanyak 6000%. Masyaallah!

Sobat sekalian, sungguh tak mudah mengembangkan nilai aset sebuah organisasi. Bagi teman-teman yang saat ini berprofesi sebagai pengusaha, tentu tahu persis betapa sulitnya mengembagnkan nilai aset perusahaan. Jangankan berlipat menjadi 60 kali dalam 8 tahun, untuk mempertahankan nilai aset agar tak berkurang dari tahun ke tauhn saja, susahnya minta ampun. Betul gak? Hahaa.

Prestasi Gurunda Ustaz Luqmanulhakim dalam mengelola aset Masjid Kapal Munzalan itu tentu tidak diwujudkan sendirian oleh Ustaz Luqmanulhami sendirian, tapi berkolaborasi dengan teramat banyak sahabat muda yang mengabdi di Masjid Kapal Munzalan.

Namun, pemimpin puncaknya atau CEO nya adalah Ustaz Luqmanulhakim. Beliaulah yang menjadi nahkoda, direjen yang memimpin dinamika seluruh Anak Buah kapal atau ABK yang mengabdi di Masjid itu.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Gurunda Ustaz Luqmanulhakim sebagai seorang CEO?

Jawabannya, banyak!

Dan Insyaallah Masjid Enterprise akan memfasilitasi para sahabat yang ingin belajar langsung dengan beliau. Silahkan bargabung dengan grup wa yang kami sediakan untuk mendapatkan informasi terupdate dari Masjid Enterprise.

Baik, tapi kayaknya bolehlah saya sampaikan beberapa pembelajaran dari Gurunda ustaz Luqmanulhakim.
Salah satunya adalah sebuah tips kepemimpinan yang sering disampaikan oleh Gurunda ustaz Luqmanulhakim kepada para sahabat-sahabat di Masjid Kapal Munzalan. Pembelajaran itu adalah KERJA BERJAMAAH.

Istilah berjamaah itu sering kita dengar. Namun jarang orang memahaminya. Berikut saya sampaian pembelajaran dari Gurunda ustaz Luqmanulhakim tentang KERJA BERJAMAAH.

Dalam sebuah momentum, Gurunda Ustaz Luqmanulhakim itu pernah menjelaskan istilah kerja berjamaah dengan kalimat yang sangat sederhana. “Syarat kerja berjamaah itu harus ada pemimpinnya, dan pemimpinnya haruslah ditaati oleh makmumnya”

Ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button