Ilmu Baik

Belajar dari Resep Minum Obat

Mari kita jujur, apa yang abang kakak lakukan jika menemui dan mendengar sesuatu yang menyakiti diri abang kakak?

Manusia itu, jangankan menghadapi suatu konflik, ada perbedaan pendapat saja tersinggungnya luar biasa. “Harusnya tidak begitu, tapi begini!” dengan gaya membentak hingga melukai perasaan.

Well, perbedaan pandangan itu wajar banget. Hal ini yang harus kita tanamkan ke dalam diri kita, bahwa setiap fisik orang saja bisa berbeda, apalagi cara berpikirnya. Dengan kita menyadari hal ini, maka mudah bagi kita untuk menerima adanya perbedaan. Di sinilah rasa toleransi, menghargai sesama ada.

Ketika kita merasa expert di satu bidang atau memiliki pemahaman tinggi tentang suatu ilmu, saat melihat seseorang yang bersebrang paham dengan kita tentu ingin sekali membenarkannya. Namun jika yang disampaikan itu tidak dengan cara yang baik, maka yang akan mereka tangkap bukan ilmunya, tetapi perlakuan dan ucapan kasar kita.

Bayangkan saja jika dulu Rasulullah berdakwah langsung berkata “kau pasti masuk neraka!” karena tersinggung dan marah besar dirinya dihina, kira-kira, apakah Islam diterima? Apakah akan ada yang masuk Islam kalau begitu? Tentu tidak ada.

Itulah mengapa Rasulullah mengajarkan kita untuk berdakwah ataupun memberi tahu sesuatu itu dengan cara perlahan. Tidak perlu tergesa-gesa.

Ustadz Luqmanulhakim sering sekali berpesan pada kita bahwa dahulukanlah adab sebelum ilmu. Orang tidak akan mendengarkan kebenaran dari hal kasar. mereka justru tambah berpikir bahwa apa yang kita sampaikan itu sebenarnya salah, bahkan skeptis dengan agama Islam. Kalau sudah begini, bukankah kita justru mencoreng ajaran mulia Rasulullah?

Untuk menyampaikan kebenaran itu, kita harus tau cara pendekatannya. Benar, yaitu dengan proses yang bertahap, bukan sekaligus. Inilah yang dinamakan belajar dari resep makan obat dari Ustadz Luqmanulhakim. Saat dokter memberikan obat, abang kakak pernah membaca angka 3×1 tidak di obatnya? Tau maknanya apa?

Jika kita berpikir, “kenapa nggak minum 3 butir obat sekaligus saja? Toh sama-sama 3 obat dalam sehari, kan?” ini yang keliru. Anjuran minum obat 3×1 itu maksudnya, dalam sehari kita meminum 3 obat dalam durasi waktu yang berbeda. Kenapa? Supaya tubuh kita mendapat dosis yang tepat di waktu yang tepat. Jika tidak, obat yang diminum tidak akan efektif menyembuhkan rasa sakit.

Begitulah porsi adab dalam berbicara dan berperilaku, tidak hanya dalam percakapan casual, tetapi juga saat adanya perbedaan.

Penting juga bagi kita mengolah emosi yang hadir, terutama amarah. Segalanya tentang respon. Dengan bisanya mengolah emosi, apa pun yang terjadi dan berpotensi menyakiti hati, kita bisa menanggapinya dengan tenang.

So, abang kakak, jangan sampai apa yang kita ucapkan dan lakukan membawa kita pada penyesalan, ya!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button