Kisah & Hikmah

Tempat sujud istimewa di tanah Jawa

Foto yang saya posting ini adalah foto pelaksanaan shalat Ashar berjamaah yang dilaksanakan oleh teman-teman Paskas Jogjakarta. Shalat ashar itu dilaksanakan di atas lahan kosong.

Oleh para Sahabat Paskas Jogja, Di atas lahan kosong yang telah digunakan untuk Tempat Sujud itu, InsyaAllah akan dibangun Masjid Kapal Munzalan Jogja.

Peletakan batu pertama pembangunan tempat sujud itu yang dilaksanakan tadi siang itu sangat istimewa. Karena dihadiri oleh para guru nasional yang kita cintai, seperti Gurunda Ustadz Luqmanulhakim, Gurunda Ustaz Abdusomad, Ustaz Salim Afilah, Ustaz Derry Sulaiman, dsb.

Selain itu, ada keistimewaan lain. Yaitu lokasinya.

Lahan yang akan digunakan untuk mendirikan tempat sujud ini berada di Dusun Keputren, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul Yogyakarta. Dulunya kawasan ini termasuk dalam wilayah Kotagede.

Kotagede adalah kawasan yang sangat bersejarah. Dahulu kala, kawasan ini adalah pusat pemerintahan Kesultanan Mataram Islam.

Mataram Islam adalah negara yang dibangun oleh Raden Sutawijaya pada abad 16. Beliau yang kemudian menjadi Raja Pertamanya dan memimpin negara itu dari tahun 1587 hingga tahun 1601.

Sebagai seorang Sultan, Raden Sutawijaya punya gelar yang keren: “Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa”.

Gelar itu kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya kira-kira begini:
Panglima Perang, Pemimpin Pengatur Kehidupan Beragama, serta Wakil Allah (khalifatullah) di Tanah Jawa. Keren kan? Dan mengandung banyak pelajaran.

Gelar seperti itu tentu tidak dirumuskan oleh orang sembarangan. Yang merumuskan pasti orang yang cerdas. Dan jika melihat diksinya, saya bisa memastikan bahwa yang meramu aneka istilah dalam gelar itu adalah seorang Ulama, orang yang sangat paham dengan Alquran, paham dengan sejarah perjuangan Rasulullah, serta memahami ilmu tata negara yang sangat maju.

Nah, Raden Sutawajiya saat itu pastilah dekat dengan ulama. Karena kalau tak dekat, tak mungkin beliau berkenan menggunakan gelar yang berasal dari istilah-istilah dalam Al Quran itu.

Kedekatan Pendiri Negara Mataram Islam itu juga bisa dilihat dari keberadaan Masjid Kota Gede yang masih bisa kita saksikan hingga saat ini.

Masjid Kota Gede adalah salah satu Masjid tertua di Jawa. Saya meyakini cikal bakal berdirinya Mataram Islam berkaitan sangat erat dengan keberadaan Masjid ini. Analisis sosial yang menjelaskan hubungan antara Masjid dan berdirinya Kesultanan Mataram Islam akan kita bahas di lain waktu.

ditulis oleh
Beni Sulastiyo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button