Kisah & Hikmah

Menyampaikan Agama Lewat Seni

Seniman, sekaligus budayawan Indonesia, Mbah Nun, atau yang kerap disapa Cak Nun, sering menyampaikan tausyiah agama Islam lewat seni kata-kata dan analogi. Hal itu beliau sampaikan lewat kajiannya yang bernama “Maiyah”. Pada kesempatan kajiannya ia menyampaikan kisah dan hikmahnya terhadap manusia yang tidak menyelami makna ‘bersyukur’.

Sepeti yang kita tahu, di dunia ini masih banyak manusia yang mengejar dunia dan mengejar materi semata tanpa didasari rasa “bersyukur”, seperti ketika kita bekerja, kemudian hujan deras melanda, pasti tanpa kita sadari kita benci hal itu terjadi, karena membuat kita malas untuk bekerja, sedangkan bagi para petani mungkin hujan itu menjadi berkah untuk tanamannya.

Padahal jika kita ingin tahu, bahwa rumusnya Gusti Allah sudah sangat jelas “La in syakartum la azidannakum wala in kafartum inna adzabi lasyadid”. “Laa azidannakum” itu artinya kalau kita bersyukur, akan dapat keuntungan yang ditambahi Allah.

Kemudian syaratnya untuk mendapatkan keuntungan itu apa? Yaitu “syukur”. Ada dua pengertian yang sangat penting dan ini harus kita sadari, yang pertama ialah “jangan su’udzon apa saja yang tidak kita sukai”. Misalnya ketika kita berjualan dan ternyata sepi, kemudian kita su’udzon, tanpa kita sadar, mungkin sepi itu bentuk rezeki yang berbeda daripada ramai.

Contoh, ketika kita sakit itu menandakan bahwa kita mendapatkan rezki kesabaran dan kesadaran, sedangkan orang yang sehat diuji  oleh kelalaian dan kesombongan. Jadi? Intinya kita harus bersyukur terus. Misal, ketika kita sedang mengendarai motor dan kemudian bannya bocor, kita mesti bersyukur dan mengucap alhamdulillah, sebab yang bocor hanya satu tidak semuanya.

Kemudian, dalam dunia ini, kita ingin dapat keuntungan berapa, sih? Mau mencari harta benda seberapa banyak? Pokoknya yang untung nomor satu adalah bersyukur. Kita bersyukur itu sudah untung. Karena rasa syukur itu menerbitkan kegembiraan yang murni.

Kalau kita bahagia karena uang, belum tentu itu kegembiraan. Rasa syukur yang kedua ialah rezki itu tidak hanya berupa materi, apapun yang kamu alami, carilah apa yang membuat kita bersyukur, maka kita akan dapat keuntungan dari Allah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button