Kisah & Hikmah

Masjid dan peradaban manusia

Di abad yang sama, bersamaan dengan berdirinya masjid tertua itu, di nusantara telah berdiri pula beragam bangunan lain. Ada yang berupa bangunan istana, kantor-kantor kerajaan, atau beragam bangunan lainnya.

Bangunan-bangunan itu, sebagian lebih besar dan lebih kokoh dari masjid. Walaupun demikan, sebagian besar bangunan itu justru roboh lalu punah, seiring dengan berbagai dinamika sosial politik yang mewarni zaman. Sementara bangunan masjid yang secara fisik lebih rapuh, justru tetap bertahan.

Contohnya masjid Soko Tunggal di Banyumas itu. Tak besar bangunanya, hanya berukura 15 x17 meter saja. Tapi masih berdiri tegak selama 700 tahun lebih. Menarik bukan?

Masjid lainnya yang sudah sangat tua adalah Masjid Ampel di Surabaya dan Masjid Agung Demak. Kedua Masjid itu telah berdiri sejak tahun 1400-an Masehi (600 tahun yang lalu). Kedua Masjid itu berdiri pada puncak Kejayaan Negara Majapahit, negara yang memiliki wilayah terluas di Asia tenggara.

Negara adidaya itu kemudian runtuh lalu digantikan oleh Kerajaan Demak yang beribukota di Bintoro. Setelah itu Kerajaan ini runtuh lalu beralih ke Pajang. Pajang kemudian runtuh digantikan oleh Kerajaan Mataram Islam yang dirintis oleh Pemuda Revolusioner yang bernama Bung Sutawijaya.

Saat ini bangunan-bangunan di era Majapahit hingga Pajang, runtuh tak berbekas. Namun, Masjid Ampel dan Masjid Demak masih utuh sampai sekarang. Hanya bangunan yang dibangun di era Mataram Islam yang masih bisa kita lihat di Solo dan di Jogja.

Setiap kerajaan yang runtuh meninggalkan bangunan. Bangunan itu ada yang diruntuhkan atau dibiarkan melapuk, lalu hilang, namun tidak demikian dengan bangunan masjid. Ia tetap utuh sampai sekarang.

Dalam sejarah dunia, bangunan Masjid tertua juga masih berdiri tegak sampai detik ini. Yaitu Masjid Quba di Madinah. Masjid itu dibangun oleh Rasulullah Muhammad SAW sekitar tahun 622 Masehi. Jika dihtung hingga tahun 2020, maka masjid itu telah berusia 1398 tahun.

Selama ribua tahun itu, telah terjadi berbagai perubahan dalam bidang sosial dan politik. Bersamaan dengan dinamika sosial politik itu, beragam bangunan berdiri dan runtuh silih berganti. Walaupun demikian, Masjid Quba itu masih utuh.

Setelah Masjid Quba, ada Masjid Nabawi. Letaknya di Madinah juga. Masjid ini didirikan tak lama setelah Masjid Quba. Masjid Nabawipun hingga saat ini juga masih utuh. Bahkan Masjid ini memiliki peran yang sangat penting bagi berdirinya jutaan bangunan masjid di seluruh dunia. Masyaallah.

PERADABAN TAK PERNAH LAHIR DARI RUKO KONTRAKAN…

“Peradaban itu tak pernah dibangun dari ruko. Apa lagi ruko kontrakan. Tapi dari Masjid”

Begitu kata Gurunda Ustadz Luqmanulhakim, di awal-awal kami beraktivitas di Masjid Kapal Munzalan.

Saat itu, saya tak begitu paham maksud dari kata-kata beliau. Namun, setelah menganalisa sejarah, serta bertahun-tahun membersamai beliau melakukan berbagai aktivitas melalui Masjid, saya baru paham dengan maksud perkataan itu.

Bahwa memang benar, Masjid itu ternyata memiliki peran yang teramat strategis dalam pengembangan peradaban manusia. Masjid Quba dan Masjid Nabawi misalnya, telah melahirkan peradaban manusia selama 14 abad dengan menawarkan paradigma baru yang mencerahkan ummat manusia di dunia.

Di pulau Jawa, Masjid Ampel dan Masjid Demak berperan sangat penting dalam mengawal transisi kekuasaan politik dari Majapahit ke Demak. Demikian pula dengan beragam Masjid yang didirikan di kawasan nusantara di era-era setelahnya, yang hampir selalu dapat kita temukan selalu berdampingan dengan bekan-bekas bangunan pusat pemerintahan.

Pantaslah generasi Rasulullah di Madinah dan dua generasi setelahnya menjadi generasi yang menangan. Walau hanya berkantor di Masjid dengan bangunan yang sederhana. Bahkan teramat sangat sederhana.

Allahummasholi’ala Sayyidina Muhammad!

Foto yang diposting itu adalah foto Masjid tertua di Indonesia. Nama masjidnya, Masjid Soko Tunggal. Masjid ini terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Didirikan di abad 13 masehi, tepatnya pada tahun 1288 masehi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button