Kisah & Hikmah

Kesabaran tanpa batas

Nabi merupakan utusan dari Allah yang bertugas untuk mengajarkan kebaikan, setiap nabi yang kita ketahui mempunyai kisahnya masing-masing. Ada yang bercerita tentang pembuatan bahtera, membelah laut bahkan ada nabi yang tertampan. Pada artikel ini kita akan melihat nabi yang terkenal akan kesabarannya yaitu Nabi Ayyub.

Mungkin banyak yang sudah mendengarkan cerita Nabi Ayyub, namun mari kita lihat lagi makna dari kisah tersebut. Pada beberapa artikel menerangkan bahwa nabi Ayyub hidup di Yordania-Syria pada tahun 1420-1540 SM. Pada masa awal sebelum tugaas kenabiannya, nabi Ayyub merupakan saudagar yang kaya raya. Maka tidak jarang banyak orang yang mendekatinya, baik dalam urusan bisnis maupun hal-hal yang lainnya. Namun semua berubah ketika suatu penyakit datang dan tinggal di badan nabi Ayyub.

Nabi Ayyub mendapatkan penyakit kulit yang sangat parah hingga menimbulkan bau busuk sehingga banyak orang menghindari untuk berjumpa dengannya. Awalnya kaya raya berubah menjadi kemiskinan dan kemelaratan lainnya, tinggal istrinya seorang yang mengurusi dan masih mau ekat dengan nabi Ayyub. Anak-anaknya pun meninggal, yang tersisa hanyala istri yang masih setia untuk mengurusinya.

Penyakit yang menggrogoti tubuhnya berlangsung hingga belasan tahun, jika dibandingkan dengan kita yang sekarang mungkin banyak yang berpikir untuk mengakhiri diri karena tidak tahan dengan cobaan tersebut. Meskipun dengan kehidupan yang sangat tidak layak, nabi Ayyub tetap dengan keimanannya berdoa kepada Allah dan memohon kesembuhan.

Bertahun-tahun kesabaran nabi Ayyub di coba Allah dengan sebuah penyakit, sehingga suatu hari Allah mengabulkan doanya dengan cara mengeluarkan air dari tempat nabi Ayyub menghentakkan kakinya ke tanah seperti apa yang Allah perintahkan. Wasilah air tersebut membuat nabi Ayyub sembuh dari luar dan dari dalam.

Berdasarkan cerita tersebut, maka dapat kita lihat betapa sabarnya nabi Ayyub dalam menjalani cobaan dari Allah tersebut. Tidak sedikitpun hatinya untuk berpaling dari Allah, sungguh tauladan yang seharusnya bisa kita jadikan contoh.  Jangan sampai cobaan yang kita dapatkan dari Allah ini membuat kita makin jauh dari Allah.

Bukankah cobaan ini merupakan bentuk rasa sayang dari Allah karena bisa saja apa yang telah kita lakukan bisa membawa kita ke jalan yang buruk dan Allah sedang menyelamatkan hidup kita dan mengankat derajat kita ketika cobaan itu datang. Oleh karena itu jangan kita merasa putus asa karena sesungguhnya kesulitan dan kemudahan itu datangnya dari Allah. Jadi alangkah baiknya kita selalu mendekatkan diri ini kepada Allah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button