Fardhu kifayah merupakan salah satu bentuk ajaran dalam agama islam, dimana kita mengurus mayat saudara/I seiman. Agama islam mengajarkan beberapa cara dalam mengurus mayat, mulai dari awal hingga ke memakaikan kain kafan. Semuanya memerlukan ilmu yang pasti dan bukan dikerjakan secara asal-asalan begitu saja.

Sehingga ada namanya petugas fardhu kifayah yang ada di setiap masjid maupun perkampungan. Namun yang menjadi masalah saat sekarang adalah kurangnya kaderisasi sebagai petugas fardhu kifayah. Maka tidak jarang ditemukan petugas fardhu kifayah sekarang sudah banyak yang tua.

Berdasarkan akan hal tersebut, Masjid Kapal Munzalan berinisiasi mengadakan pelatihan fardhu kifayah. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 13 Januari 2021, bertempat di Masjid Kapal Munzalan. Untuk pesertanya sendiri berasal dari internal Masjid Kapal Munzalan.

Bang Alghie, selaku ketua panitia kegiatan ini menyampaikan bahwa salah satu alasan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk kaderisasi bagi petugas fardhu kifayah. Sehingga nantinya tidak kesulitan bagi yang membutuhkan fardhu kifayah.

Kegiatan dimulai dari pukul 08.00 dengan pembukaan oleh Direktur dari Amal Pendidikan, Ustaz Andika Rianda Putra. Beliau menyampaikan banyak sekarang petugas yang sudah tua dalam mengurus fardhu kifayah, sehingga memerlukan peran bagi generasi muda dalam memberikan pelayanan fardhu kifayah.

Beliau juga menambahkan bahwa ketika kita mengurus fardhu kifayah maka kita sudah melaksanakan suatu amalan yang baik dan tidak semua orang berani dan mau melakukannya.

Perlu diingat juga kalau biasanya pelatihan menghadirkan peserta hingga ratusan, sementara pelatihan fardhu kifayah ini membatasi pesertanya sebanyak 60 orang saja. Hal ini dilakukan untuk menjaga kefektifan dari kegiatan ini. Untuk pemterinya sendiri merupakan lulusan Gontor, Ustaz. Sujani.

Setelah dilakukan pembukaan, maka dilanjutkan ke aacara inti yaitu Pelatihan Fardhu Kifayah. Pelatihan ini mengajarkan peserta secara bertahap. Awal pelatihan dibuka dengan beberapa hadits yang menjelaskan dan anjuran dalam fardhu kifayah. Selanjutnya ada perlakuan bagi orang baru meninggal, kemudian bagaimana menggunakan kain kafan yang baik dan benar.

Ustaz Sujani menjelaskan, alangkah baiknya untuk kain kafan yang disediakan lebarnya bisa 2 meter karena dimaksudkan untuk menutup tubuh mayat lebih aurat. Jika memang tidak ada maka kain dibuat menjadi 6 lembar dengan panjang sesuai tubuh mayat.

Bagian selanjutnya adalah memandikan mayat, dalam perlakuan mandi ini juga ada beberapa tahapan yang harus dilalui dan harus berurutan. Terakhir adalah pemakaian kain kafan kepada si mayat. Semuanya dilakukan tidak hanya dengan teori saja tetapi langsung dipraktekkan sehingga peserta bisa lebih memahami proses fardhu kifayah.

Late Post

Copyright © 2020 | Masjid Kapal Munzalan | Munzalan News