Berita Baik

Kuas halal pertama dari gurunda

A’udzubillahi minasysyaithanirrajim Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari yang lalu, setelah agenda rutin buka bersama Senin Kamis dan isya

Saya di kontak suami untuk pulang, ketika di luar masjid suami menyampaikan bahwa ada kang Rendy di dalam masjid (yah saya kan nggak tahu, karena ada hijab masjid hihihi)

Akhirnya kita masuk lagi sejenak, melihat kang Rendy sedang duduk bersama gurunda kita semua yaitu ust Luqmanulhakim dan Bung Ben

Malu rasanya kalau mau bergabung kata suami, jadi hanya mau foto sejenak saja

Tapi di tengah tengah foto, masih ada obrolan sejenak paling 5 menit, terlebih ketika kita mau pamit

Ust Luqmanulhakim memberikan kuas halal, food grade, Alhamdulillah

Ust Luqmanulhakim menyampaikan kuas halal ini akan dinarasikan, dimulai dari serdam (daerah munzalan) yang akan kita bagi gratis untuk para pedagang kaki lima khsusunya

Yang berjualan jajanan menggunakan kuas, seperti roti, martabak, bakso sosis bakar.

Agar kenapa ?? Agar kuas yang digunakan tak berbahaya

Kenapa berbahaya ? Karena tak food grade, bahkan kebanyakan menggunakan bulu babi (coba cek kuas dengan tulisan dan istilah bristle)

Ini fakta lapangan yang terjadi

Dan kita paham bahwa penggunaan bulu babi untuk kuas itu najis

Kita tak akan berdebat tentang halal haram nya penggunaan bulu babi untuk oles makanan

Tapi kita hanya ingin menyampaikan, jika ada kuas tak najis dan tak subhat jadi kenapa harus di debat

(Cari kuas berbahan filament seperti di gambar, atau berbahan silikon)

Apalagi halal dan Thoyib kenapa tidak kita narasikan ?? Bukankah ini kebaikan ?

Narasi penting nya apa sih ??
Agar makanan yang di buat kian Thoyib

Halal Thoyiban
Kan salah satu syarat doa terkabul adalah tak ada maksiat dan tak ada makanan haram serta subhat ??

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik.

Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana yang diperintahkan kepada para Rasul

Maka Allah berfirman, “Wahai para Rasul, makanlah dari apa-apa yang baik, dan beramallah kalian dengan amal yang shalih.”

Dan Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik ang aku rezekikan kepada kalian.”

Kemudian beliau menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah jauh perjalanannya, berambut kusut lagi berdebu, dia menegadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, “Ya Rabb… ya Rabb…” sedangkan ia makan dari yang haram, minum dari minum yang haram, dan tumbuh dari yang haram, lantas bagiamana mungkin dikabulkan doanya?”

Kalau istilah nya ust Luqmanulhakim tadi malam
Ini kuas saja kami pikirkan, agar kenapa ? Agar doa doa kalian terkabul dan tak tertolak

Allahuakbar

On pic : kuas pertama dari ust yang katanya di share perdana ke kita (yeyeye beruntung nya Alhamdulillah hhe)

Kuas ini akan kita tempel stiker Masjid Munzalan, agar makin banyak orang paham, masjid itu pusat peradaban

Masjid peduli lingkungan sekitar

Dari masjid hadir BaitulMall, lahir sekolah, lahir pondok, lahir program

Karena memang sejarah telah membuktikan bahwa peradaban besar memang lahir dari masjid

Yuk, upgrade mimpi, kalau dulu sekedar mau bangun rumah apalagi sekedar bangun rumah tangga (jomblo nih hiyahiya) maka sekarang mari kita bangun peradaban

Bangun masjid dan makmurkan !!

Barakallah

Tulisan dari
Habibah Juniarti Iskandar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button