Berita Baik

Khatamul Qur’an Bersama IBC

One day one Juz merupakan salah satu program dari Masjid Kapal Munzalan, dimana para jamaah bisa baca Qur’an yang diahrapkan setiap bulannya  bisa khatam. Wuih keren nggak tuh? Kalau dibandingkan dengan zaman sekarang, masih banyak orang yang sehat dan seluruh fungsi tubuhnya masih bagus  malah lebih banyak memegang hp daripada Qur’an. Benar tidak? Masa kita kalah dengan orang yang matanya tidak bisa melihat, kalau mau lebih kenal mereka adalah Iqra’ Braille Center.

Iqra’ Braille Center merupakan komunitas tuna netra yang semangat dalam membaca Qur’an. Alhamdulillah jamaah di Masjid Kapal Munzalan telah menyelesaikan kesekian kalinya membaca 30 juz. Kegiatan menjadi rutinitas setiap bulannya. Namun ada yang berbeda yaitu dipimpin langsung oleh anggota dari Iqra’ Braille Center. Itulah salah satu agenda pada malam itu, terlihat semuanya sangat khusyuk. Ada yang lebih mengejutkan lagi yaitu seorang yang dapat dikatakan tuna netra lebih fasih daripada kita yang masih normal fungsi badan ini.

Selanjutnya ada sambutan dari salah satu pimpinan, Bapak Beni Sulastiyo. Beliau menyampaikan bahwa semua peradaban itu dimulai dari masjid dan pada zaman dahulu orang yang menjadi sultan itu kebanyakan berasal dari marbot masjid. “Jadi kalau mau menjadi sultan maka perlu menjadi marbot yang berlandaskan Qur’an,” ungkap beliau.

Kegiatan selanjutnya dilanjutkan kepada Ustadz Sudar Al Zein, beliau menyampaikan berita gembira yaitu bagi siapapun yang sedang berusaha membaca Qur’an maka Allah tidak akan meninggalkan kita dan pastinya Allah akan mempermudah kehidupannya. “Tidak masalah jika baru iqra 1, tetap maju terus  karena itu adalah bagian dari proses. Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan urusan dunia namun kita semakin jauh daripada Allah. Banyak dari sahabat yang saat pagi hingga sore bekerja namun saat malam mereka mencoba untuk banyak beribadah,” dengan tegas Ustadz Sudar menyampaikan hal tersebut.

Pada bagian akhir kami disambut dengan santap malam berupa nasi kebuli. Jamaah yang sedari  isya mengikuti agenda khataman Qur’an bersama ini dengan lahap menyantap makanan itu loh abang kakak. Nah sebenaranya ada yang harus kita pikirkan lagi, masa kita kalah abang kakak jika dibandingkan dengan mereka yang tuna netra dala membaca Qur’an. Bukankah Qur’an itu kunci dari kebahagiaan dunia Akhirat, jika mereka saja bisa bersemangat kenapa kita tidak? Benar tidak?

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button