Berita Baik

Hari Bahagia

Kamis 7 januari 2021 merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi para Santri Penerima Amanah. Kegiatan ini dimulai dari pukul 07.30 WIB, dan lokasinya sendiri dibagi menjadi 2 yaitu LPBM tempat para santri berkumpul dan di masjid sebagai tempat untuk pengumuman bagi santri yang naik tingkat maupun tidak.

Yudisium ini merupakan bentuk dari kristalisasi halaqoh selama 6 bulan. Ujian sebelumnya telah dilakukan pada bulan desember 2020 dan diikuti oleh seluruh Santri Penerima Amanah baik yang ada di Pontianak maupunn di luar Pontianak. Bagi santri yang masih menunggu untuk panggilan maka dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an atau melakukan aktivitas yang bermanfaat dan tidak boleh ribut selama menunggu.

Acara pertama adalah penyampaian tata cara yudisium yang disampaikan oleh Ustaz Sudar. Sistem yang dilakukan mungkin terkesan berbeda daripada yang lain, jadi para santri yang namanya dipanggil langsung menuju ke masjid untuk mengetahui hasilnya lulus atau tidak.

Santri yang telah mendapatkan panggilan untuk ke masjid, disana 4 pimpinan dan direktur amal pendidikan sudah menunggu untuk memberikan hasil dari ujian sebelumnya. Awal kegiatan di masjid adalah pengumuman hasil dari ujian sebelumnya yang  dibimbing langsung oleh direktur amal pendidikan, Ustaz Andika Putra Rianda.

Selanjutnya adalah nasihat yan disampaikan oleh Ustaz Luqmanulhakim selaku pengasuh dan pimpinan, belau menyampaikan bahwa hasil yang diterima merupakan pecutan untuk belajar menjadi lebih baik lagi. Beliau juga menambahkan banyak orang pintar diluar sana namun masih saja melakukan tindak kejahatan, jadinya bag para seluruh santri yang nilainya baik jangan tinggi hati dan bagi santri yang nilainya dibawah standar jangan berkecil hati karena Allah lebih melihat proses dibandingkan hasilnya.

Nasehat yang kedua  disampaikan oleh Ustaz Beni Sulastiyo, beliau juga memberikan nasehat bagi para santri yang nilanya tidak tuntas jangan merasa rendah a tau hilang semangat juangnya karena sesungguhnya  yang lebih tinggi dari suatu ilmu itu adalah ketaqwaan kepada Allah dan kepatuhan terhadap pemimpin. Beliau juga menyampaikan pada zaman dahulu ada santri dari Umar bin Khatab yang akademiknya sangat jauh dari kata bagus dan miskin namun memiliki kepatuhan kepada khalifah yang tidak tergoyahkan sehinga menjadikannya muslim yang terbaik dan pemberani dalam perang.

Hal inilah yag menjadikan para santri makin terpacu semangat dalam berdakwah karena meskipun ada yang mendapat nilai rendah tidak patah semangat dan bagi yang mendapatkan nilai tinggi juga tidak menjadi sombong. Semuanya kembali lagi kepada niat, apakah niat aktivitas kita untuk Allah atau hanya untuk meninggikan diri sendiri.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button