Berita Baik

Berlian di Youtube

Oleh: Gurunda

Rendy Saputra

———

Mungkin banyak yang belum tahu, kalo beberapa hari terakhir, Pondok Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin mulai merekam kajian subuh Kiyai

Luqmanulhakim Ashabul Yamin

setiap harinya.

Momen kajian ini sudah berjalan sejak 2012. Kiyai mengisi kajian bada subuh. Namun untuk kali ini, tim media munzalan merekamnya dan menayangkannya di publik. Hal ini ditujukan untuk memudahkan puluhan ribu santri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berikut saya sampaikan dengan poin-poin aja ya… Agar mudah difahami mengapa ngikutin serial kajian ini jadi penting.

*

1. Pondasi Konten Quran dan Hadist.

Belajar di video kajian Kiyai Luqman, kita akan menemukan ketundukan beliau pada kurikulum Quran dan Hadist. Jadi ceramahnya bukan opini dan gagasan beliau pribadi.

Materi beliau turunan dari Ayat Quran dan Hadist yang dibahas pagi hari tersebut. Ini keunggulan tersendiri, karena ini yang membuat kajian keilmuwan gak nyampir sama ambisi opini pribadi.

*

2. Fokus konten pada implementasi keseharian.

Berikutnya, kalo mulai ngikutin kajian ini serius, turunan dari materi Kiyai Luqman sangat implementatif. Cocok untuk didengarkan geenerasi produktif yang lagi bisnis, lagi jadi karyawan, lagi berumah tangga atau mungkin yang lagi nganggur.

Banyak dibangun tentang konsep hati, konsep amal batin, sikap-sikap positif yang harusnya dibangun. Intinya, kalo ngaji ke halaqoh subuh ini, insyaAllah gak bingung “harus ngapainnya”.

Udah langsung dikasih contoh kasus. Ciamik.

*

3. Konteks konten meliputi juga kaderisasi Kepemimpinan.

Halaqoh subuh ini sebenernya fasilitas Pondok untuk mendidik santri pemegang amanah (SPA) yang mendedikasikan diri melayani ummat di Pondok. Wajib datang subuh berjamaah, dan ngaji sampai syurq.

Jadi… Walau youtube ini bisa ditonton publik, kita juga bakal bisa ngerasain bagaimana seorang Kiyai Luqman mendidik para pengurus lapis manajemennya.

Ya otomatis dapat ruh kaderisasi pondok juga lah, walau gak temu offline. Lumayan. Kalo ke saya pribadi, kerasa banget. Bagus untuk pembentukan diri.

*

4. Pendekatan pemahaman bahasa yang kuat.

Nah, karena Kiyai Luqman dari usia level SMP udah di Gontor, lanjut sampai S1, jadi memang kekuatan Bahasa ala anak Gontornya kerasa banget. 10 tahun. Lanjut lagi sampai S2 di Kuala Lumpur. Lengkap.

Jadi sambil ngaji Quran, diajarin juga tentang konsep bahasa, nahwu, kaidah sederhana, jadi untuk beginer lumayan bangun dzauq (rasa) dalam membaca Quran. InsyaAllah makin paham.

*

5. Gaya pilihan komunikasi yang sudah disederhanakan.

Karena beliau memang S2 nya Human Science, dan nampak mendalami komunikasi, beliau sosok yang memang punya keterampilan untuk menyederhanakan yang rumit-rumit.

*

6. Kepadatan dalam satu seri kajian terukur.

Kebanyakan kajian ada yang padat banget. Karena rekamannya adalah satu topik besar yang disampaikan hanya 1 jam.

Kajian subuh ini setiap hari. Jadi Kiyai Luqman santai aja ngebawain materinya. Gak keburu-buru. Enak ngikutinnya.

*

7. Visual dan Audio cukup baik.

Alhamdulillah visual dan audio cukup baik. Jangan salah sangka ya, Kiyai Luqman itu direkam gak direkam tetap pake jas. Ha ha ha. Itu yang saya gak kuat niru. Panassssss. Hahahaha

*

8. Kaidah Bahasa Melayu yang cocok ke semua kalangan.

Secara alamiah kita adalah negeri dengan bahasa nasional nya Melayu. Jadi begitu mendengar bahasa akar melayu, nampak semua anak bangsa cocok.

*

9. Karena disampaikan oleh sosok yang teruji, maka konten jadi kuat.

Beliau bukan yang baru aja launching. Terus di youtibe in. Kerja dakwahnya sudah dimulai secata senyap dari 2012. Mulai bangun Gerakan Infaq Beras mulai 50 kg. Hingga 440 ton lebih hari ini.

Bangun pondasi santri mulai 3 santri, hingga puluhan ribu hari ini. Salah satu Ustadz di Barisan Bangun Negeri juga.

Mengkatalisasi asset wakaf dari semula masjid sepetak, mungkin sekarang total sudah 100 M asset wakaf Munzalan. Main makanya ke Pontianak. Seeing is believing. Biar ngerti. Gak ketinggalan pemahaman. He he he.

*

10. Pendekatan teknologi yang apik.

Alhamdulillah ustadz millenial. Gak gaptek. Bisa split screen, ngajinya jadi hidup. Ada goresan goresan maut dari gadget wakaf puluhan juta. #uhuk.

*

11. Jadi wasilah untuk ngerti perkembangan pondok dan gerakan.

Karena momen ini juga dipakai ustadz untuk ngingetin manajemen Pondok, lumayan bisa update berita Pondok Munzalan yang lagi jalan.

*

12. Natural – alamiah.

Kagak dibuat-buat. Natural alamiah. Kadang anak-anak ustadz bocor masuk frame. Ha ha ha. Ini bagus. Kita nontonnya enak, lagi nonton manusia, bukan artis.

*

13. Tim Media yang disiplin upload setiap hari.

Tim Medianya disiplin, Live setiap pagi, upload setiap pagi. MasyaAllah.

*

14. Arahnya ke pembentukan, bukan nyari subscriber.

Karena fokusnya ke pembentukan, bukan nyari subscriber, Munzalan TV nampak alami aja. Gak ngejar subs. Ini fasilitas untuk mereka yang mau belajar istiqomah.

*

15. Ada haru-harunya juga, satu dua momen nusuk.

He.. Nonton aja

*

16. Waktu kajiannya penuh berkah.

Kajiannya start bada subuh. 5.30 WIB. Sekitaran itu. Munzalan pake konsep fiqh Fajar Shodiq. Shalat subuh berjamaah nya sekitar 30 menit habis adzan. Ikutin aja tiap pagi, kalo gak bisa bersamain LIVE, kejar siaran tundanya aja.

*

17. Disampaikan sosok muda, usianya gak jauh dengan usia produktif, jadi tahu banget masalah kita-kita.

*

Begitu ya….

Saya nyeritain ini gak disuruh atau diminta Kiyai. Natural aja, habis ngikutin beberapa serial, nampaknya alangkah baiknya jika banyak generasi muda muslim yang juga nonton.

Yang mau ambil sanad pergerakan.

Yang mau bekalin diri dengan konsep dakwah yang integral.

Yang lagi nyari konsep harokah dakwah kontemporer yang menjadi pembaharuan pada konsep yang sudah harus di recycle karena udah 100 tahun, sila ngaji ke Munzalan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button