Berita Baik

Back To Qur’an

Abang kakak yang dirahmati Allah, pada Jumat, 8 Oktober 2021, Masjid Kapal Munzalan Indonesia mengadakan agenda rutin yakni “Program Mustahik Produktif”.

Program ini hasil kerja sama antara Masjid Kapal Munzalan Indonesia dengan BaitulmaalMunzalan Indonesia Cabang Kubu Raya, juga bekerja sama dengan Balai Tahfidz Quran (BTQ)

Program ini melibatkan tiga elemen yakni Masjid Kapal Munzalan Indonesia, Takmir Masjid BaitulmaalMunzalan Indonesia Cabang kuburaya dan Tahfidz Quran (BTQ) sebagai pengajar ibu-ibu Mustahik.

Nah, pada program produktif ini adalah mengajak ibu-ibu yang jaraknya 2 Kilo meter dari Masjid Kapal Munzalan Indonesia untuk ‘kembali’ ke masjid setelah mengaji Tarbiyah.

Ridwan Maulana, selaku PltBranchManager BMI Kuburaya menjelaskan bahwa agenda “Mustahik Produktif” tidak hanya membagi sembako semata, melainkan proses belajar.

“Kenapa sih kami ajak ke Masjid kemudian sembakonya gak dikasih langsung, karena kami ingin memastikan Tarbiyah mereka tuh bisa ngaji, bisa salat berjamaah dan lain sebagainya. Jadi bukan hanya sekedar program bagi-bagi sembako tetapi juga program untuk mengupgrade saudara-saudara kita Mustahik untuk paham tentang Ilmu Agama,” ucapnya.

“Kalau lah sudah miskin di dunia jangan sampai juga miskin di amalanya, jadi diajak ke Masjid untuk mengikuti kegiatan mengaji, setelah itu pulangnya baru kita kasih hadiah.Ada Roti Gembul, sabun dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Selanjutnya abang kakak yang dirahmati Allah, kegiatan ini juga rutin lho, diadakan setiap hari Jumat dengan dihadiri Ibu-ibu sebanyak 130 Mustahik.

Kemudian abang kakak pasti bertanya-tanya bagaimana untuk bisa ikut program ini, apakah membuka kesempatan untuk yang baru ingin bergabung? yuk simak penjelasannya abang kakak.

“Dipastikan yang ingin ikut itu adalah Mustahik, karena ini dananya dana Muzakki dan harus memenuhi beberapa syarat, yang pertama kami telah membuat sistem, jadi penerimaan orang baru itu hanya setiap 4 bulan sekali, jadi setelah ujian barulah kita terima orang baru,” ungkap Ridwan Maulana.

“Kenapa gitu. Karena kalau nerima terus takutnya mengganggu sistem pembelajaran, sedangkan sistem pembelajarannya sendiri itu ada goalsnya , ada selesainya nanti,” lanjutnya.

Apakah abang kakak tahu? dalam program ini ada hal yang unik lho dari peserta program dalam menjawab salam, yaitu “Apa kabar hari ini? Alhamdulillah luar biasa, penuh cinta Allahu Akbar”.

Bagian akhir yang mungkin membuat abang kakak haru pada program ini ialah menyimpan banyak “harapan besar” yang baik dari peserta maupun penyelenggara.

“Kita ingin Istiqomah, terus bisa memberi manfaat untuk banyak orang. Jadi hadirnya Masjid ini harusnya memberi solusi untuk masyarakat yang kurang mampu, doanya juga ndak akan berakhir di Tarbiyah, tapi akan ada pemberdayaan,” ucap Ridwan Maulana

“Ibu-ibu ini akan kami bantu dalam sistem modal keahliannya bahakan sampai ekonominya kita pikirkan, dari dia jadi Mustahik yang Visi goalsnya mencetak mereka jadi Muzakki, entah itu mereka, anaknya atau cucunya nanti,” lanjut Ridwan Maulana selaku PltBranchManager BMI Kuburaya.

Selain itu abang kakak, salah satu peserta yang juga mempunyai harapan besar pada program ini ialah Ibu Rahma, dimana beliau berharap anaknya kelak menjadi Ustadz.

“Saya udah ikut program ini 1 tahun, Alhamdulillah kami belajar ngaji dan disini kami bisa mengenal mengenal huruf Al-Quran yang belum kita tahu dulunya. Sayapun tak mengharapkan sembakonya aja tapi ilmunya untuk bekal di akhirat,” ucap Ibu Rahma salah satu Mustahik.

“Selain mengikuti acara pengajian ini saya memang suka ajak anak saya dan saya berharap anak saya bisa jadi Ustadz dan belajar disini,” tutupnya.

Yuk abang kakak yang dirahmati Allah kita turut mendoakan juga, semoga dengan adanya sebuah harapan besar dalam program ini, semua berjalan lancar dan semoga semua harapan itu bisa terkabulkan oleh Allah, Aamiin.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button