Berita Baik

1 ton beras untuk korban banjir Sebangki

Kabupaten Landak, Kecamatan Sebangki, Desa Agek. Itu merupakan nama desa yang dalam 1 tahun mengalami 4 kali banjir. Wilayahnya sendiri bertepatan dengan pinggiran sungai. Air pasang hingga banjir hanya membutuhkan 4 hari saja, sementara untuk surutnya membutuhkan waktu 7 hari. Hal  melumpuhkan perekonomian disana, tidak hanya sampai disana saja. Mata pencaharian disana juga kebanyakan adalah penoreh karet. Karet saat sekarang ini terjun bebas hingga ke harga Rp.3000.

Berdasarkan hal tersebutlah, tim dari Masjid Kapal Munzalan bekerjasama dengan BMI menyalurlan bantuan beras untuk 200 kepala keluarga disana. Penyaluran ini dilakukan pada tanggal 5 Juni 2020. Perjalanan yang ditempuh tidak mudah, karena tim harus menempuh perjalanan sungai selama 2 jam.

Kami membawa paket beras sebanyak 200 paket, yang nantinya kami serahkan kepada Pak Subir, beliau adalah ketua RT di desa tersebut. Beliau menyampaikan sangat berterima kasih dengan bantuan ini. Kondisi pandemik COVID ini mematikan perekonomian warganya, karena warga setempat tidak bisa ke mana-mana karena ditakutkan saat pulang akan menyebakan penyebarn semakin luas. Belum lagi banjir yang menjadi langganan di tempat tersebut, tambah Pak Subir.

Banjir yang melanda di tempat ini setiap tahunnya mencapai lutut orang dewasa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban dari warga yang terdampak banjir.  Penyaluran beras dilakukan menggunakan akses sungai, karena kebanyakan rumah warga berada di tepian sungai. Sehinga hanya ada satu akses yang bisa digunakan, bisa juga menggunakan akses darat . Tetapi harus masuk ke hutan dan sulit untuk membawa kendaraan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button