aksara

Si Tuan Pelit dan Seekor Kucing

Fery (40) merupakan Ayah yang terkenal pelit di lingkungan kompleknya, padahal Fery merupakan seorang wiraswasta di bidang percetakan yang mempunyai banyak langganan. Hampir setiap hari banyak langganan yang datang ke tokonya. Akan tetapi rezeki yang diterimanya tidak pernah sedikitpun disedekahkan untuk orang yang membutuhkan atau yang lainnya, yang ia pikirkan hanyalah untuk istri dan anaknya.

Meski begitu, sifat pelit si Fery di lingkungan kompleknya, Fery sangat royal terhadap istri dan anaknya. Apapun yang anak dan istrinya inginkan pasti dibelikan, tak pernah perhitungan sama sekali.

Seiring berjalannya waktu, anaknya Fery yang bernama Nadila ingin memelihara kucing anggora di rumahnya. Sontak hal tersebut membuat Fery geram, sebab ia tak mau rumahnya nanti berbau kotoran kucing yang membuatnya pusing aat tercium aroma tersebut.

Nadila yang masih berusia belasan tahun, terpaksa harus menangis dan merengek agar dibelikan kucing oleh ayahnya. Akan tetapi hal itu tidak membuat Fery iba, ia tetap kuat dengan pendiriannya yang tidak mau ada seekor kucing di rumahnya.

Pada suatu ketika, Fery yang terkenal banyak langganan di tokonya, tiba-tiba pendapatanya berkurang, tak seperti biasanya. Hal tersebut membuat Fery bingung dan heran.

“Kenapa bisa tokoku sepi? Sedangkan usaha yang kujalani ialah percetakan, tentu banyak orang untuk membeli undangan atau perusahaan yang ingin mencetak kartu nama.”.

Hari demi hari, pendapatannya masih tidak seperti biasanya. Di lain hal, Nadila masih bersikeras untuk memelihara kucing di rumahnya. Atas kecuekan Fery terhadap anaknya, membuat Nadila terpaksa mengambil seekor kucing putih di jalan yang terlihat lusuh dan kumuh. Sontak Fery kaget dan marah melihat anaknya membawa seekor kucing ke dalam rumah, dengan bergegas Fery membuangnya ke simpang jalan.

Keesokan harinya, sang kucing pun balik lagi. Lantaran Nadila pernah memberinya makanan, tentu kembalinya sang kucing berharap diberi makanan lagi.
Fery yang melihatnya ketika sedang bersih-bersih rumah pun kaget dan berpikir,

“Kenapa kucing itu bisa balik lagi, padahal sudah saya buang ke simpang jalan?”.

Fery yang melihat ada makanan kucing yang Nadila beli, mencoba memberi semua makanan yang tersisa sambil membuangnya kembali. Ia berharap dengan habisnya makanan kucing tersebut, tidak ada sampah dirumahnya dan kucing pun tidak akan kembali lagi.

Esok paginya Fery bergegas ke tokonya seperti biasa dan ia kaget melihat banyak customer yang datang dan hal ini melebihi pendapat yang biasanya. Ia mendapat keuntungan dua kali lipat atas ramainya orderan. Setelah balik ke rumah, ia melihat anaknya bermain dan memberi makan kucing. Kali ini tidak hanya seekor melainkan 3 ekor.

Akan tetapi Fery mencoba membiarkannya. Yang lebih herannya lagi, Fery merasa lucu melihat 3 ekor kucing yang sedang berpangku dagu kekenyangan atas makanan yang anaknya berikan, hal tersebut membuatnya tersentuh dan membiarkannya.

Kemudian ada seorang Ustadz yang berjalan di depan rumahnya.

“Wah banyak nih kucingnya, makin banyak pahalanya,“ Ustad menyapa.

”Ah masa iya, tadz? Kan ini cuma seekor kucing?”, Fery yang tidak percaya mencoba bertanya.

“Dalam sebuah hadits dari Bukhari & Muslim dikatakan, ‘Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya’,” Ustadz menjawab.

“Dengan memberi makan kucing dan niat ingin mendapatkan rezeki dari Allah. Kenapa bisa? Jawabannya sederhana, binatang yang satu ini sangatlah dicintai Rasulullah”, jelas Ustadz.

“Wah saya baru tahu jika seperti itu. Jangan-jangan toko saya ramai berkat memberi makan kucing ya, tadz?” tanya Fery.

“Hmm bisa jadi, karena rezeki bisa datang dari mana saja tanpa kita ketahui,” jelas Ustadz.

Setelah mendengar penjelasan dari Ustadz, Fery terdiam dan berpikir bahwa tidak ada salahnya untuk memelihara kucing di rumah, apalagi bisa mendatangkan pahala dan rezeki.

Kemudian Fery mencoba membeli makanan kucing sebanyak-banyaknya dan membagikan makanan tersebut kepada kucing di jalan Sisi lain, Nadila merasa senang bisa memelihara kucing di rumahnya dan toko percetakan Fery pun ramai seperti biasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button