aksara

Maaf

Bu, maukah kau merengkuhku sekali lagi?
Anakmu letih bersujud pada Ilahi
Sering kudatangi pun tetap nihil masih
Syair-syair masjid memantul
Genggamku ikut melayu

Bu, jiwaku bagai kantong bolong penuh dahaga
Penuh dosa
Masih adakah sisa kasih untuk diderma?
Namun, berangan saja tak layak rasanya

Keluhku tahu pintu itu terus berseru
Padahal jika badan ini kau tepuk pun rapuh
Nyatanya, aku tetap datang
Berharap Yang Kuasa mau memandang

Mungkin Dia rindu
Mungkin Dia sedang menggugurkan dosa-dosaku
Bukan mengabulkan derma
Tapi memang sudah saatnya

Birrul walidain
Lirih berganti tangis kenyang termakan kain
Kau sungguh jatuhkan ridha
Kujatuhkan diri sedalam-dalamnya

Maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button